Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak turun pada perdagangan hari ini. Proyeksi tersebut disampaikan dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia yang dimuat di laman samuel.co.id pada Senin (9/3/2026).
Sentimen global menjadi salah satu perhatian pelaku pasar setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Jumat (6/3). Dow Jones turun 0,95%, S&P 500 merosot 1,33%, dan Nasdaq terkoreksi 1,59%. Wall Street melemah seiring lonjakan harga minyak dan reaksi pasar terhadap penurunan tak terduga pada data pekerjaan baru di AS. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun naik 0,05% menjadi 4,138%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,33% ke level 98,99.
Di pasar komoditas, sejumlah harga tercatat menguat pada Jumat (6/3). Minyak mentah WTI melonjak 12,21% menjadi USD 90,90 per barel dan Brent naik 8,52% ke USD 92,69 per barel. Batu bara menguat 1,52% menjadi USD 137,30 per ton, CPO naik 3,80% menjadi MYR 4.367 per ton, dan emas meningkat 1,76% menjadi USD 5.172 per ons.
Sementara itu, bursa Asia pada Jumat (6/3) mayoritas ditutup menguat. Hang Seng naik 1,72%, Nikkei bertambah 0,62%, dan Shanghai naik 0,38%.
Di dalam negeri, IHSG pada perdagangan sebelumnya turun 1,62% ke level 7.585,69. Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 263,0 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 309,4 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 46,4 miliar di pasar negosiasi. Di pasar reguler, penjualan bersih asing terbesar terjadi pada BBRI (Rp 281,1 miliar), BMRI (Rp 207,5 miliar), dan ENRG (Rp 98,6 miliar). Adapun pembelian bersih asing terbesar tercatat pada INDF (Rp 76,2 miliar), ITMG (Rp 66,1 miliar), dan BRPT (Rp 64,0 miliar).
Riset tersebut juga mencatat saham dengan pergerakan terbesar adalah TPIA, BREN, dan DCII, sedangkan saham dengan pergerakan lebih kecil antara lain BBRI, BMRI, dan BYAN.
Untuk pembukaan perdagangan hari ini, laporan menyebut KOSPI dibuka turun 7,33% dan Nikkei dibuka melemah 6,26%. Samuel Sekuritas menyatakan IHSG diperkirakan turun di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

