BERITA TERKINI
IHSG Ditutup Melemah 0,44 Persen, Sektor Teknologi Pimpin Tekanan Meski BI Pertahankan Suku Bunga

IHSG Ditutup Melemah 0,44 Persen, Sektor Teknologi Pimpin Tekanan Meski BI Pertahankan Suku Bunga

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2) sore. Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi, di tengah aksi ambil untung dan kehati-hatian investor terhadap saham berisiko tinggi.

IHSG berakhir turun 36,15 poin atau 0,44 persen ke level 8.274,08. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan terkoreksi 4,524 poin atau 0,51 persen menjadi 834,28.

Pelemahan terjadi tidak lama setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan. Kebijakan tersebut dinilai sesuai ekspektasi pasar, namun belum mampu menjadi katalis positif jangka pendek bagi pergerakan indeks.

“IHSG ditutup melemah di tengah pelemahan Rupiah yang berlanjut,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen untuk kelima kalinya berturut-turut. Kebijakan ini sejalan dengan upaya menstabilkan Rupiah yang cenderung melemah, menjaga inflasi dalam target 1,5–3,5 persen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ratna menyebut Rupiah cenderung melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia, serta potensi penurunan peringkat ekuitas dan peringkat kredit oleh MSCI dan Moody’s.

Di sisi lain, inflasi Indonesia pada Januari 2026 tercatat 3,55 persen (year-on-year), menjadi level tertinggi sejak Mei 2023. Sementara pertumbuhan kredit mencapai 9,96 persen (year-on-year).

Pelaku pasar juga menantikan data current account kuartal IV-2025 yang diperkirakan mencatat surplus 2,0 miliar dolar AS, turun dari surplus 4,0 miliar dolar AS pada kuartal III-2025.

Selain itu, Indonesia dan Amerika Serikat dijadwalkan menandatangani kesepakatan dagang berdasarkan kerangka negosiasi yang disepakati tahun lalu. Dalam kerangka tersebut, barang ekspor Indonesia yang masuk ke AS akan dikenakan tarif 19 persen, sedangkan barang ekspor AS yang masuk Indonesia tidak dikenakan tarif. Indonesia juga disebut akan melonggarkan syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) bagi produk AS.

Kerangka kesepakatan itu turut mencakup pelonggaran impor produk pertanian AS, komitmen di sektor digital dan data pribadi, penghapusan larangan ekspor komoditas ke AS termasuk mineral penting, serta rencana peningkatan impor Indonesia dari AS.

Secara intraday, IHSG sempat dibuka menguat, namun berbalik bergerak di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG bertahan di zona merah sampai akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor mencatat penguatan. Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan naik 3,02 persen, disusul sektor transportasi & logistik yang menguat 1,93 persen, serta sektor energi yang naik 0,94 persen.