BERITA TERKINI
IHSG Menguat di Tengah Volatilitas, Investor Syariah Diimbau Tetap Tenang dan Terukur

IHSG Menguat di Tengah Volatilitas, Investor Syariah Diimbau Tetap Tenang dan Terukur

JAKARTA — Pergerakan harga saham yang naik-turun di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai bukan alasan bagi investor syariah untuk panik. Di tengah pasar yang bergejolak, investor justru dapat mengambil sikap tenang dan terukur, terutama bagi mereka yang berorientasi jangka panjang.

Pada perdagangan Selasa (10/2/2026) hingga sesi I, IHSG menguat 1,26 persen ke level 8.132,75. Meski demikian, aksi jual investor asing masih membayangi pasar sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka.

Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEB UI, Rahmatina Awaliah Kasri, mengatakan investor syariah umumnya tidak terburu-buru mengambil keputusan saat kondisi pasar tidak menentu. Menurutnya, prinsip syariah mendorong kehati-hatian serta menghindari gharar atau ketidakjelasan.

“Prinsip syariah mendorong kehati-hatian dan menghindari gharar. Volatilitas pasar tidak selalu negatif, justru jadi kesempatan beli saham syariah berkualitas dengan harga lebih murah,” kata Rahmatina, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, ketika harga saham turun sementara kinerja perusahaan masih baik, kondisi tersebut dapat dipandang sebagai peluang, bukan ancaman. Pendekatan ini berbeda dengan perilaku spekulatif yang mengejar keuntungan cepat tanpa dasar yang kuat.

Data Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia menunjukkan jumlah investor pasar modal syariah terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir, meski pasar global kerap bergejolak. Tren ini mencerminkan semakin banyak masyarakat yang memilih investasi berbasis nilai dan dilakukan dengan lebih tenang.

Rahmatina juga menekankan pentingnya memastikan perusahaan yang dipilih menjalankan usaha yang halal, transparan, serta memiliki laporan keuangan yang sehat. Tanpa kejelasan tersebut, investor akan kesulitan menilai apakah harga saham yang terbentuk benar-benar wajar.

Di sisi lain, harga emas batangan yang masih bertahan di level tinggi turut menggambarkan kecenderungan sebagian masyarakat mencari instrumen yang dinilai relatif aman saat pasar berfluktuasi. Kondisi ini, menurut Rahmatina, menguatkan pentingnya sikap hati-hati dalam mengelola keuangan keluarga.

Bagi masyarakat umum, ia menegaskan pesan utamanya adalah tidak perlu panik saat pasar bergerak naik-turun. Dengan prinsip kehati-hatian, pemahaman dasar, dan tujuan jangka panjang, investasi syariah tetap dapat dijalankan dengan lebih nyaman di tengah gejolak pasar.