BERITA TERKINI
IHSG Terguncang, Pemerintah Menenangkan Pasar: Pesan Prabowo, Janji Berantas Goreng Saham, dan Reformasi Bursa yang Dipercepat

IHSG Terguncang, Pemerintah Menenangkan Pasar: Pesan Prabowo, Janji Berantas Goreng Saham, dan Reformasi Bursa yang Dipercepat

Mengapa Isu Ini Meledak di Pencarian

Kehebohan bermula dari bursa saham yang “babak belur”, ditandai ambruknya IHSG dan mundurnya sejumlah pejabat di BEI serta OJK.

Di ruang publik, peristiwa itu dibaca bukan sekadar koreksi pasar. Ia terasa seperti alarm tentang rapuhnya kepercayaan, terutama ketika investor ritel sedang tumbuh.

Karena itu, rapat koordinasi keuangan di Wisma Danantara pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, segera menjadi magnet perhatian.

Publik menunggu satu hal: apakah negara hadir ketika pasar terguncang, atau membiarkan kepanikan mengeras menjadi krisis kepercayaan.

-000-

Ada tiga alasan isu ini menjadi tren dan ramai dibicarakan.

Pertama, gejolak IHSG menyentuh banyak orang, langsung maupun tidak. Pasar modal kini bukan ruang eksklusif, melainkan bagian dari percakapan keluarga dan komunitas.

Kedua, mundurnya pejabat BEI dan OJK memicu rasa ingin tahu. Perubahan mendadak di institusi pengawas selalu dibaca sebagai sinyal serius.

Ketiga, munculnya kata-kata “goreng saham” dan “tindakan hukum” mengikat emosi publik. Ada janji ketegasan, ada harapan keadilan, dan ada ketakutan jadi korban.

-000-

Di tengah derasnya informasi, pemerintah memilih tampil dengan pesan yang dirancang menenangkan investor. Dua pesan Presiden Prabowo Subianto disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pesan pertama menekankan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh, meski dunia sedang gonjang-ganjing.

Pesan kedua menyatakan pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan. Komitmen yang diucapkan adalah iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia.

Dalam situasi panik, kalimat seperti itu bekerja seperti jangkar. Ia tidak otomatis menghapus kerugian, tetapi memberi arah agar kepanikan tidak menjadi kepanikan massal.

-000-

Pesan Prabowo dan Bahasa Kepercayaan

Pasar modal bergerak dengan angka. Namun di balik angka, ada psikologi kolektif yang sering lebih cepat dari data.

Ketika indeks jatuh, investor mencari kepastian. Mereka ingin tahu apakah aturan ditegakkan, apakah pengawasan bekerja, dan apakah ada pihak yang mengambil untung dari kekacauan.

Karena itu, pesan tentang “fundamental kuat” bukan sekadar optimisme. Ia adalah upaya mengarahkan narasi agar publik membedakan antara guncangan dan keruntuhan.

Namun pasar juga menuntut lebih dari kata-kata. Ia menuntut mekanisme, bukti, dan konsistensi, sebab memori investor panjang dan luka finansial sulit dilupakan.

-000-

Di titik ini, janji pemerintah untuk tidak mentolerir praktik manipulatif menjadi bagian paling sensitif.

Airlangga menegaskan pemerintah tidak mentolerir praktik spekulatif yang merusak pasar, termasuk manipulasi harga yang dikenal sebagai goreng saham.

Kalimat itu penting karena menyentuh inti masalah integritas. Pasar modal tidak bisa hidup jika peserta merasa permainan sudah diatur sejak awal.

Airlangga juga menyebut BEI dan OJK akan menggandeng aparat penegak hukum. Langkah hukum akan ditempuh terhadap pihak yang terbukti melanggar peraturan bursa dan aturan sektor keuangan.

-000-

Pernyataan “mendukung penuh proses hukum” menempatkan beban besar pada penegakan aturan.

Di satu sisi, publik menginginkan efek jera. Di sisi lain, pasar juga menginginkan kepastian prosedur, agar penindakan tidak berubah menjadi ketidakpastian baru.

Di sinilah keseimbangan diuji. Ketegasan tanpa kehati-hatian bisa menimbulkan ketakutan. Kehati-hatian tanpa ketegasan bisa melanggengkan manipulasi.

-000-

Reformasi OJK: Dari Kualitas Emiten hingga Demutualisasi

Di lokasi yang sama, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner sementara OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan rencana mempercepat reformasi BEI.

Reformasi yang disebut mencakup perbaikan kualitas emiten dan saham yang diperdagangkan. Ada juga fokus pada literasi pasar modal dan perlindungan investor ritel.

Penekanan pada investor ritel terasa relevan. Dalam beberapa tahun terakhir, partisipasi ritel meningkat, tetapi pengetahuan dan daya tahan terhadap risiko sering tidak seimbang.

-000-

OJK juga menyinggung pendalaman pasar melalui kebijakan peningkatan minimal free float 15%.

Selain itu, ada optimalisasi peran liquidity provider. Ada pula peningkatan peran investor institusional, terutama asuransi dan dana pensiun milik pemerintah.

Skema ini mengarah pada satu tujuan: likuiditas yang lebih sehat dan struktur pasar yang lebih dalam.

Pasar yang dalam biasanya lebih tahan guncangan. Namun pendalaman tidak boleh mengorbankan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan governance.

-000-

OJK juga menyebut rencana memperluas aktivitas bank umum di pasar modal melalui rencana revisi Undang-Undang P2SK.

Dari sisi transparansi, OJK akan memperkuat keterbukaan informasi, termasuk transparansi pemegang saham melalui pengungkapan ultimate beneficial ownership.

OJK juga menyebut penguatan due diligence dan quality assurance oleh perusahaan efek.

Jika dijalankan konsisten, paket ini membangun satu hal yang sering hilang saat euforia: disiplin informasi.

-000-

Bagian yang paling ditunggu adalah pengawasan dan penegakan hukum yang diperketat.

OJK menyatakan akan segera memulai penyelidikan secara masif terhadap praktik penggorengan saham dan manipulasi pasar.

Kiki juga menyebut penguatan governance dan pengurangan konflik kepentingan, termasuk melalui demutualisasi bursa.

Ia turut menyinggung penanganan kasus besar dengan penegakan hukum yang memberi efek jera, serta penguatan pengawasan market termasuk kepada para influencer.

-000-

Menghubungkan Gejolak Bursa dengan Isu Besar Indonesia

Isu ini lebih besar dari sekadar grafik IHSG. Ia menyentuh pertanyaan inti pembangunan: apakah pertumbuhan ekonomi dibangun di atas kepercayaan yang adil.

Indonesia sedang mendorong investasi dan pembiayaan jangka panjang. Pasar modal adalah salah satu jembatan penting untuk itu.

Jika jembatan ini retak oleh manipulasi, biaya yang dibayar bukan hanya kerugian investor. Biayanya adalah turunnya kredibilitas sistem.

-000-

Ada kaitan langsung dengan agenda tata kelola.

Transparansi pemegang saham, pengungkapan UBO, dan penguatan due diligence adalah bahasa institusi untuk menyebut satu nilai: akuntabilitas.

Dalam konteks Indonesia, akuntabilitas bukan konsep abstrak. Ia menentukan apakah publik percaya pada pasar sebagai sarana mobilitas ekonomi, bukan arena perburuan korban.

-000-

Isu ini juga terkait literasi keuangan.

Ketika investor ritel masuk, mereka membawa harapan sederhana: uang tabungan bisa bertumbuh. Namun pasar juga membawa risiko yang tidak selalu dipahami.

Karena itu, janji peningkatan literasi dan perlindungan ritel menjadi krusial. Tanpa itu, partisipasi luas bisa berubah menjadi kekecewaan luas.

-000-

Lebih jauh, gejolak ini menyentuh peran negara dalam ekonomi modern.

Negara bukan pedagang saham. Namun negara adalah penjaga aturan main, terutama ketika ada dugaan manipulasi yang merusak integritas pasar.

Di sinilah publik menguji kapasitas institusi: seberapa cepat merespons, seberapa adil menindak, dan seberapa konsisten memperbaiki.

-000-

Kerangka Riset: Mengapa Kepercayaan Menentukan Stabilitas Pasar

Dalam kajian keuangan, pasar modal sering dipahami sebagai sistem informasi. Harga bergerak mengikuti informasi, ekspektasi, dan persepsi risiko.

Ketika informasi dianggap tidak simetris, atau ada pihak yang “mengatur” harga, pasar menghadapi masalah kepercayaan.

Konsep asimetri informasi menjelaskan mengapa keterbukaan dan due diligence menjadi penting. Investor tidak bisa menilai nilai wajar jika data tidak utuh atau menyesatkan.

-000-

Riset tentang mikrostruktur pasar juga menekankan peran likuiditas.

Likuiditas yang kuat membantu transaksi terjadi tanpa lonjakan harga ekstrem. Karena itu, wacana liquidity provider dan pendalaman pasar menjadi relevan.

Namun likuiditas saja tidak cukup jika integritas lemah. Likuiditas tanpa integritas bisa mempercepat penyebaran kerugian, bukan menyerap guncangan.

-000-

Literasi investor juga sering diposisikan sebagai lapisan perlindungan pertama.

Investor yang memahami risiko cenderung tidak mudah terseret euforia. Mereka lebih peka pada keterbukaan informasi dan lebih disiplin mengelola portofolio.

Karena itu, reformasi yang menyentuh literasi dan perlindungan ritel bukan pelengkap. Ia bagian dari stabilitas sistemik.

-000-

Cermin dari Luar Negeri: Ketika Manipulasi dan Euforia Bertemu

Di berbagai negara, isu manipulasi pasar dan euforia ritel pernah menguji otoritas.

Kasus-kasus terkait “pump and dump” di pasar saham menjadi rujukan umum. Polanya mirip: harga didorong naik, minat publik dipancing, lalu pelaku keluar lebih dulu.

Di era media sosial, pola itu sering bertemu influencer. Karena itu, penyebutan pengawasan terhadap influencer menjadi sinyal bahwa otoritas membaca perubahan zaman.

-000-

Beberapa yurisdiksi juga menekankan transparansi kepemilikan manfaat sebagai respons terhadap struktur kepemilikan yang rumit.

Pengungkapan beneficial ownership dipandang membantu menutup ruang bagi pihak yang bersembunyi di balik perusahaan berlapis.

Dalam konteks yang disebut OJK, penguatan UBO dan afiliasi bergerak dalam arah yang sejalan dengan praktik tata kelola yang lebih ketat.

-000-

Di banyak negara, pelajaran yang sama berulang: penegakan hukum yang terlambat membuat biaya sosial membesar.

Ketika investor merasa tidak dilindungi, mereka menarik diri. Pasar kehilangan kedalaman, perusahaan kehilangan opsi pendanaan, dan ekonomi kehilangan salah satu mesin pembiayaan.

Karena itu, janji penyelidikan masif dan penanganan kasus besar menjadi titik yang akan dinilai publik dari waktu ke waktu.

-000-

Bagaimana Isu Ini Sebaiknya Ditanggapi

Respons yang sehat perlu menyeimbangkan ketenangan dan ketegasan.

Pemerintah sudah memulai dengan pesan stabilitas fundamental dan komitmen pada iklim investasi yang transparan dan adil. Itu penting untuk meredam kepanikan.

Namun langkah berikutnya menentukan: konsistensi pengawasan, kejelasan proses hukum, dan komunikasi publik yang terukur.

-000-

Bagi regulator dan bursa, prioritasnya adalah membuktikan reformasi bukan sekadar rencana.

Perbaikan kualitas emiten, penguatan keterbukaan informasi, serta pengungkapan UBO perlu diterjemahkan menjadi standar operasional yang mudah diaudit.

Pengawasan terhadap manipulasi pasar harus tegas dan konsisten, agar efek jera tidak berhenti di konferensi pers.

-000-

Bagi pelaku industri, termasuk perusahaan efek, due diligence dan quality assurance harus diperlakukan sebagai pagar etika.

Jika pagar ini longgar, risiko bukan hanya sanksi. Risikonya adalah runtuhnya reputasi industri secara kolektif.

Di pasar, reputasi adalah mata uang yang tidak terlihat, tetapi menentukan siapa dipercaya ketika krisis datang.

-000-

Bagi investor ritel, langkah paling bijak adalah memperlakukan volatilitas sebagai pengingat, bukan undangan berjudi.

Perkuat pemahaman terhadap keterbukaan informasi, pahami risiko, dan hindari keputusan yang semata mengikuti keramaian.

Pasar memberi peluang, tetapi juga menghukum kecerobohan. Perlindungan terbaik sering dimulai dari disiplin pribadi.

-000-

Isu ini pada akhirnya adalah ujian kedewasaan pasar modal Indonesia.

Apakah guncangan ini akan menjadi titik balik menuju tata kelola yang lebih kuat, atau sekadar episode yang berlalu tanpa pembenahan.

Publik sudah mendengar janji. Kini publik menunggu bukti, karena kepercayaan tidak tumbuh dari seruan, melainkan dari konsistensi.

-000-

Di tengah ketidakpastian, satu pelajaran tetap relevan: pasar yang sehat bukan pasar yang selalu naik.

Pasar yang sehat adalah pasar yang aturannya jelas, penegakannya adil, dan informasinya dapat dipercaya.

Jika itu terwujud, volatilitas menjadi bagian wajar dari ekonomi. Jika tidak, volatilitas berubah menjadi ketakutan yang menular.

-000-

Penutupnya adalah pengingat sederhana tentang arah kebijakan dan etika.

“Kepercayaan dibangun bertahun-tahun, dan bisa runtuh dalam satu hari.”

Di pasar modal, kalimat itu bukan metafora. Ia adalah kenyataan yang kini sedang diuji bersama.