BERITA TERKINI
IMF Siap Membantu Negara yang Ekonominya Terdampak Konflik Timur Tengah

IMF Siap Membantu Negara yang Ekonominya Terdampak Konflik Timur Tengah

Konflik di Timur Tengah yang dipicu serangan AS dan Israel ke Iran disebut telah berdampak pada perekonomian global. Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan sejumlah negara mulai merasakan kontraksi ekonomi sebagai imbas dari situasi tersebut, terutama setelah harga minyak naik menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan internasional dan kerap digunakan negara-negara Timur Tengah untuk mengekspor minyak ke pasar global. Lebih dari 20 persen aktivitas perdagangan minyak dunia tercatat melalui selat ini. Penutupan Selat Hormuz terjadi karena kondisi keamanan yang dinilai tidak aman, di tengah laporan rudal AS dan Iran yang kerap mengenai kapal-kapal dagang yang melintas. Akibat penutupan itu, negara-negara penghasil minyak tidak dapat mengekspor minyaknya ke pasar global, sehingga harga minyak dunia melonjak drastis.

IMF juga menyoroti lonjakan harga minyak tersebut. Menurut Georgieva, dampak paling berat dirasakan negara-negara di Kepulauan Pasifik yang bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik. Kenaikan harga minyak dinilai dapat mengurangi persediaan dan meningkatkan risiko krisis energi, yang pada gilirannya dapat mengganggu aktivitas ekonomi.

Selain itu, Georgieva menyebut negara berpendapatan rendah serta negara dengan utang luar negeri tinggi juga terdampak. Kenaikan harga membuat negara-negara tersebut berpotensi kesulitan mengimpor minyak karena biayanya menjadi terlalu mahal.

Sementara itu, situasi keamanan di kawasan dilaporkan semakin memanas. AS dan Israel disebut masih melanjutkan serangan ke Iran hingga Kamis malam, termasuk di Ibu Kota Teheran, yang memicu warga setempat mengungsi. Jumlah korban tewas akibat serangan AS-Israel ke Iran dilaporkan telah melampaui 1.000 orang, meski sebelumnya Palang Merah Iran menyebut angka 555 korban tewas.

Di sisi lain, Israel juga dilaporkan menyerang Beirut, Lebanon, dengan sasaran milisi Hizbullah yang diduga membantu Iran. Serangan terhadap Lebanon disebut masih berlangsung. Kementerian Kesehatan Lebanon pada Kamis melaporkan 102 orang tewas dan 638 orang luka-luka akibat serangan tersebut.