BERITA TERKINI
Job Fair 2026 Universitas Teknik Elektro Pertemukan Mahasiswa dengan 60 Perusahaan

Job Fair 2026 Universitas Teknik Elektro Pertemukan Mahasiswa dengan 60 Perusahaan

Universitas Teknik Elektro menggelar “Pameran Kerja 2026” di tengah dinamika pasar tenaga kerja yang bergerak cepat akibat transformasi digital dan tren pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat keterhubungan antara universitas, mahasiswa, dan dunia usaha, sekaligus merespons meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi.

Mengusung tema “Rekrutmen untuk Insinyur Listrik, Elektronik, dan Otomasi”, bursa kerja tahun ini menghadirkan sekitar 60 perusahaan dari sektor kelistrikan, elektronik, otomasi, teknologi informasi, dan telekomunikasi. Perusahaan-perusahaan tersebut menawarkan ribuan peluang kerja dan magang, serta terlibat langsung dalam proses wawancara dan perekrutan di lokasi acara.

Selain membuka akses rekrutmen, universitas memandang ajang ini sebagai ruang untuk menunjukkan kualitas pelatihan, terutama dalam menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi profesional dan keterampilan kejuruan yang dibutuhkan industri. Penguatan keterkaitan antara pembelajaran dan praktik juga disebut sebagai langkah untuk memperluas peluang kerja bagi mahasiswa.

Dalam sambutan pembukaan, Wakil Rektor Universitas Teknik Elektro, Assoc. Prof. Dr. Nguyen Le Cuong, menyampaikan bahwa Pameran Kerja merupakan agenda tahunan yang berperan sebagai jembatan antara universitas, dunia usaha, dan mahasiswa. Ia menekankan adanya pembaruan pada penyelenggaraan tahun ini melalui orientasi lokakarya yang memungkinkan mahasiswa melamar, terhubung, dan menjalani wawancara secara langsung, dengan harapan meningkatkan efektivitas program.

Pihak universitas juga menyoroti bahwa seiring pesatnya perkembangan sektor energi, industri, dan otomasi, permintaan terhadap tenaga teknis berkualitas tinggi terus meningkat. Karena itu, universitas mendorong inovasi program pelatihan yang lebih aplikatif, memperkuat kemitraan industri, serta mempromosikan pelatihan praktik dan magang agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

Pimpinan kampus menegaskan dunia usaha diposisikan sebagai mitra strategis dalam pelatihan, magang, dan rekrutmen. Melalui bursa kerja ini, mahasiswa mendapat kesempatan bertemu perekrut, menunjukkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja nyata. Ke depan, universitas menyatakan akan melanjutkan langkah menuju model universitas terapan yang inovatif dan terintegrasi internasional, sambil memperkuat kerja sama dengan perusahaan dalam pelatihan, penelitian, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi.

Di sisi perusahaan, perwakilan Perusahaan Konsultan Teknik Tenaga Listrik No. 1 (PECI) menyebut kebutuhan tenaga kerja berkualitas tinggi kian mendesak, terutama di sektor energi dan manajemen industri. Menurutnya, mahasiswa Universitas Teknik Tenaga Listrik dinilai memiliki dasar pengetahuan yang solid, adaptasi cepat, dan sikap proaktif sehingga sesuai dengan tuntutan lingkungan kerja modern.

PECI, yang berada di bawah naungan Vietnam Electricity Group (EVN) dan memiliki pengalaman hampir 60 tahun, disebut telah terlibat dalam konsultasi, perancangan, serta pengelolaan berbagai proyek pembangkitan dan transmisi listrik berskala besar. Dalam partisipasinya di bursa kerja, perusahaan menyatakan tidak hanya mencari kandidat potensial, tetapi juga memperkuat hubungan dengan kampus untuk membantu menjembatani kesenjangan antara pelatihan dan praktik. Perusahaan juga menyampaikan komitmen menyediakan lingkungan kerja profesional, jalur pelatihan yang jelas, peluang pengembangan karier, serta kesempatan terlibat dalam proyek energi nasional.

Perwakilan Viettel Construction Joint Stock Company menyampaikan bahwa perusahaan—anggota Viettel Military Industrial and Telecommunications Group—mengoperasikan jaringan telekomunikasi di Vietnam dan 10 pasar internasional. Kondisi itu, menurutnya, membuka peluang bagi insinyur teknik elektro, otomasi, dan elektronika telekomunikasi. Selain telekomunikasi, Viettel Construction juga disebut sebagai unit EPC di bidang energi terbarukan, mengoperasikan sekitar 500 MW dan menjalankan puluhan ribu kontrak setiap tahun. Perusahaan juga menyebut pada 2026 mendapat penugasan menjalankan proyek pembangkit listrik tenaga surya 200 MW di Kuba.

Perwakilan perusahaan menekankan pentingnya calon lulusan memilih pekerjaan yang memberi nilai tambah, bukan semata berfokus pada gaji, karena pendapatan dinilai mengikuti kemampuan dan kontribusi. Di Viettel, perusahaan menyatakan insinyur dapat memperoleh gaji tinggi jika memenuhi persyaratan pekerjaan. Disebutkan pula Viettel Construction memiliki sekitar 11.000 karyawan dengan pendapatan rata-rata sekitar 24 juta VND per bulan serta jaringan 34 cabang di seluruh provinsi, yang memungkinkan karyawan bekerja di daerah setempat. Perusahaan menyatakan memperluas peluang magang dan rekrutmen, serta membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun pengalaman dan pengembangan karier di ekosistem grup.

Sementara itu, perwakilan Hitachi Energy Vietnam menyampaikan banyak karyawan perusahaan merupakan alumni Universitas Teknik Elektro yang kini berkarier di lingkungan internasional. Dalam pameran rekrutmen, perusahaan menawarkan peluang kerja di bidang teknik, manajemen proyek, manajemen kualitas, serta program magang. Hitachi Energy juga memperkenalkan program Global Trainee selama 18 bulan bagi mahasiswa teknik, dengan skema rotasi lintas departemen, pelatihan oleh para ahli, dan kesempatan bekerja selama enam bulan di pasar internasional seperti Swiss, Swedia, dan Jepang. Perusahaan berharap mahasiswa proaktif melakukan riset dan melamar pekerjaan untuk meraih peluang pengembangan karier di lingkungan global.

Dari sisi mahasiswa, Trinh Hoang Quoc Khanh, mahasiswa tahun keempat Fakultas Teknik Elektro, menilai Job Fair sebagai kegiatan yang efektif menghubungkan mahasiswa dengan dunia usaha. Ia mengatakan acara ini membantu mahasiswa terhubung langsung dengan perusahaan sekaligus membuka peluang magang dan pekerjaan yang relevan. Menurutnya, sejumlah mahasiswa mendapatkan magang yang sesuai dengan tujuan karier sehingga memperoleh pengalaman praktis sebelum lulus.

Meski demikian, Khanh juga berharap universitas terus memperluas kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar, khususnya di bidang kelistrikan serta minyak dan gas. Ia menilai diversifikasi mitra rekrutmen dapat memberi lebih banyak pilihan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa dan arah perkembangan industri.

Dalam rangkaian “Pameran Kerja 2026”, universitas juga menggelar seminar bertema “Menghubungkan Sekolah - Bisnis - Siswa” yang dihadiri pimpinan kampus dan perwakilan perusahaan. Diskusi mencakup peluang kerja, beasiswa, keterampilan penting bagi mahasiswa, serta tantangan saat memasuki lingkungan kerja profesional. Seminar turut membahas penguatan kerja sama universitas dan industri, termasuk upaya menghubungkan pelatihan teoretis dengan penerapan praktis.

Selain seminar, sejumlah perusahaan melakukan wawancara rekrutmen langsung, memperkenalkan peluang kerja, serta mendukung mahasiswa meningkatkan kemampuan menyusun CV dan keterampilan wawancara. Kegiatan ini diikuti banyak mahasiswa dan menciptakan suasana yang dinamis, dengan fokus pada koneksi langsung antara pencari kerja dan perekrut.