BERITA TERKINI
Jusuf Kalla: Konflik Timur Tengah Berpotensi Menekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jusuf Kalla: Konflik Timur Tengah Berpotensi Menekan Ekonomi Global dan Indonesia

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi menekan perekonomian global, termasuk Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan kepada wartawan usai menerima pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA) di kawasan Jakarta Selatan, Kamis malam, 12 Maret 2026.

Menurut Kalla, eskalasi konflik dapat memicu kenaikan harga minyak dunia yang dampaknya dirasakan oleh banyak negara. Ia menyebut efek tersebut tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga negara-negara lain di Asia, Eropa, hingga Amerika.

“Jadi bukan hanya Indonesia, di Asia seperti China, Filipina, Malaysia, Singapura, India, di Eropa dan Amerika juga terkena dampaknya,” ujar Kalla.

Ia menjelaskan, salah satu dampak langsung yang terlihat adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) global. Harga minyak dunia, kata dia, sempat mendekati 100 dolar AS per barel sebelum kembali turun sedikit dalam beberapa waktu terakhir.

Kalla menambahkan, kenaikan harga minyak berpotensi menambah beban subsidi energi serta meningkatkan biaya logistik di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa.

“Logistik pasti akan terjadi masalah, tapi yang jelas harganya pasti naik. Itu efeknya,” kata Kalla.

Lebih lanjut, ia menilai situasi tersebut dapat memengaruhi stabilitas ekonomi secara keseluruhan, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta pergerakan pasar saham. Kalla menegaskan dampak konflik geopolitik merupakan fenomena global yang dirasakan hampir seluruh negara, meski tingkat tekanannya bisa berbeda-beda.

“Ini terjadi bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia efeknya,” pungkasnya.