BERITA TERKINI
Kapolri: Polri Pantau Praktik Manipulasi ‘Saham Gorengan’ demi Jaga Iklim Investasi

Kapolri: Polri Pantau Praktik Manipulasi ‘Saham Gorengan’ demi Jaga Iklim Investasi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperingatkan pelaku kejahatan di sektor keuangan, khususnya terkait praktik manipulasi saham atau yang kerap disebut “saham gorengan”. Dalam rangkaian Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2026, Sigit menegaskan Polri memantau ketat pergerakan pasar modal untuk mengantisipasi praktik yang dinilai merugikan investor dan mengganggu iklim investasi.

“Kita terus perhatikan dan mengikuti bagaimana fluktuasi pasar modal. Kita terus ikuti siapa yang potensial untuk kemudian kita pantau lebih lanjut,” kata Sigit di sela Rapim Polri 2026 di TMII, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026).

Sigit menilai permainan saham gorengan dapat merusak fundamental pasar saham dan berdampak negatif terhadap kepercayaan investor. Karena itu, Polri menyatakan komitmen menjaga agar pasar saham tetap sehat tanpa gangguan dari spekulan yang melakukan kecurangan.

“Khususnya terkait dengan tindakan-tindakan yang arahnya ke permainan saham gorengan ya, yang tentunya itu tidak bagus,” tegasnya.

Menurut Sigit, pengawasan dilakukan untuk melindungi investor sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut Polri ingin memastikan saham-saham berfundamental baik dapat berkembang secara alami tanpa tekanan dari praktik manipulatif.

“Di satu sisi kita mendorong untuk saham-saham fundamental terus bisa terjaga dengan baik. Sehingga kemudian fundamental dari pasar saham juga betul-betul bisa terjaga,” ujarnya.

Meski pemantauan dilakukan secara menyeluruh, Kapolri mengatakan teknis pengusutan dugaan tindak pidana di pasar modal akan menjadi penanganan tersendiri di bawah jajaran reserse. Polri juga akan melakukan koordinasi intensif untuk memetakan potensi pelanggaran hukum di bursa.

“Kalau pengusutan tindak pidana pasar modal, saya kira nanti itu segmen tersendiri ya di Reserse,” jelasnya.

Selain isu pasar modal, dalam Rapim Polri 2026 Kapolri turut menyoroti agenda strategis lain, mulai dari pengamanan program ketahanan pangan, pengawasan lifting minyak, hingga antisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan.

Sigit menegaskan kesiapan Polri mengawal Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026. “Polri memiliki komitmen untuk mendukung dan mengawal penuh program kerja pemerintah, khususnya di bidang swasembada pangan, di bidang swasembada energi, dan juga hilirisasi, dan program-program lain yang tercatat di dalam program-program prioritas yang ada di rencana kerja pemerintah,” kata Sigit.

Ia menambahkan, dukungan terhadap program pemerintah diharapkan dapat membantu mewujudkan pertumbuhan ekonomi, yang menurutnya juga bergantung pada terjaganya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. “Di satu sisi juga pertumbuhan ekonomi bisa berjalan dengan baik apabila stabilitas Kamtibmas semuanya tetap terjaga. Kolaborasi ini menjadi sangat penting untuk Indonesia bisa menjadi negara yang berdaulat dan sejahtera,” ujarnya.