Kementerian Keuangan mengusulkan penurunan tarif pajak impor Most Favored Nation (MFN) untuk sejumlah produk minyak bumi, termasuk bensin dan solar, menjadi 0%. Usulan ini disiapkan sebagai respons atas fluktuasi pasokan energi global dan untuk membantu menstabilkan pasar domestik.
Dalam dokumen yang dikirimkan kepada Kementerian Kehakiman untuk dimintakan penilaian, Kementerian Keuangan menyatakan sedang menyusun rancangan Keputusan yang mengubah ketentuan tarif impor preferensial untuk beberapa produk minyak bumi tertentu serta bahan baku bagi produksi minyak bumi. Perubahan tersebut merujuk pada pengaturan dalam Keputusan Pemerintah Nomor 26/2023/ND-CP tertanggal 31 Mei 2023.
Kementerian Keuangan menilai situasi global belakangan sangat kompleks, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang memicu fluktuasi signifikan pada harga energi, khususnya minyak dan gas. Gangguan pasokan minyak global dinilai berkontribusi pada kenaikan harga minyak mentah, yang kemudian berdampak langsung pada pasar bahan bakar domestik.
Menurut penilaian lembaga penyusun, konflik antara AS, Israel, dan Iran telah memengaruhi bisnis minyak dan gas global serta kegiatan terkait di Vietnam. Disebutkan pula bahwa blokade Selat Hormuz menghambat pengangkutan sekitar 20 juta barel minyak mentah per hari dari Timur Tengah menuju kilang-kilang, terutama di Asia.
Situasi tersebut dinilai mendorong banyak kilang di kawasan mengurangi kapasitas, memanfaatkan cadangan minyak mentah, serta membatasi ekspor produk minyak bumi. Dampaknya, risiko kekurangan pasokan meningkat dan harga bahan bakar terdorong naik.
Saat ini, sebagian besar produk minyak bumi yang diimpor Vietnam berasal dari ASEAN dan Korea Selatan, dengan tarif impor umumnya 0% berdasarkan komitmen perjanjian perdagangan bebas (FTA). Namun, dalam kondisi gangguan pasokan global, akses terhadap produk minyak bumi olahan dari pasar-pasar tersebut dinilai berpotensi menghadapi tantangan.
Kementerian Keuangan menyatakan bahwa apabila tarif MFN saat ini dipertahankan, diversifikasi sumber impor minyak bumi dari pasar lain akan menghadapi banyak keterbatasan. Hal itu dapat memengaruhi kemampuan menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga minyak bumi.
Atas dasar itu, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengusulkan penyesuaian tarif pajak impor MFN untuk sejumlah produk minyak bumi menjadi 0% dan menyerahkannya kepada Kementerian Keuangan untuk disusun dan difinalisasi dalam rancangan Keputusan. Tanggal pelaksanaan yang diharapkan adalah 30 April 2026.
Secara rinci, rancangan tersebut mengusulkan penurunan tarif MFN dari 10% menjadi 0% untuk bensin tanpa timbal (kode HS 2710.12.21; 2710.12.22; 2710.12.24; 2710.12.25) serta bahan campuran bensin seperti nafta dan reformate (kode HS 2710.12.80).
Tarif impor MFN juga diusulkan turun dari 7% menjadi 0% untuk sejumlah produk seperti bahan bakar diesel, bahan bakar minyak, bahan bakar jet, dan minyak tanah.
Selain produk bahan bakar, rancangan turut memuat penurunan pajak atas beberapa bahan baku petrokimia. Xylene, kondensat, dan p-xylene diusulkan turun dari 3% menjadi 0%, sementara hidrokarbon siklik lainnya diusulkan turun dari 2% menjadi 0%.
Berdasarkan perhitungan lembaga penyusun, apabila tarif baru diterapkan dengan mengacu pada omzet impor tahun 2025, anggaran negara berpotensi kehilangan pendapatan sekitar 1.024 miliar VND.
Rancangan Keputusan ini diharapkan berlaku sejak tanggal penandatanganan hingga 30 April 2026. Jika diperlukan perpanjangan masa berlaku, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan akan mengusulkannya kepada Kementerian Keuangan untuk disusun dan diajukan kepada Pemerintah guna dipertimbangkan dan diputuskan.
Kementerian Keuangan menyatakan tujuan penyesuaian pajak impor ini adalah untuk menjamin keamanan energi nasional, mendiversifikasi sumber pasokan, menyeimbangkan kebutuhan energi langsung dengan cadangan energi jangka panjang, serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi makro dan mendukung target pertumbuhan ekonomi dua digit.
Draf Keputusan tersebut disusun melalui prosedur yang disederhanakan sesuai ketentuan dalam Undang-Undang tentang Pengesahan Dokumen Hukum.
Sebelumnya, dalam penyesuaian harga pada 7 Maret, harga bensin eceran domestik meningkat tajam. Harga bensin E5RON92 ditetapkan tidak melebihi 25.226 VND/liter, naik 3.777 VND/liter, sedangkan bensin RON95-III tidak melebihi 27.047 VND/liter, naik 4.707 VND/liter dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada produk minyak bumi lainnya. Diesel 0,05S naik menjadi 30.239 VND/liter, minyak tanah menjadi 35.091 VND/liter, dan mazut 180CST 3,5S menjadi 21.327 VND/kg.

