Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi langkah pemerintah yang mempertahankan stabilitas harga energi nasional di tengah tekanan global yang dinilainya semakin kompleks. Menurut Bambang, kebijakan tersebut merupakan respons strategis yang mempertimbangkan dinamika internasional sekaligus kondisi masyarakat di dalam negeri.
Apresiasi itu disampaikan setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi, meski situasi geopolitik dan ekonomi global terus bergejolak.
Bambang menyoroti kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah yang masih berlanjut, yang disebutnya turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Ia juga menyinggung ketidakpastian geoekonomi global, inflasi energi, dan disrupsi rantai pasok yang membuat sejumlah negara memilih menaikkan harga BBM. Namun, kata Bambang, Indonesia mengambil langkah berbeda dengan menahan harga.
Dalam pandangannya, keputusan mempertahankan harga BBM tidak hanya bermakna ekonomi, tetapi juga mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat. Ia menilai kebijakan tersebut bertujuan mengurangi dampak langsung tekanan global terhadap kehidupan warga.
“Kita tahu tekanan dari luar sangat besar. Tapi pemerintah tidak mau membebani rakyat kecil, nelayan, petani, pedagang kecil, dan transportasi publik dengan kenaikan harga. Ini adalah bentuk perjuangan nyata: menjaga daya beli masyarakat, menjaga inflasi domestik tetap terkendali, dan memastikan roda ekonomi rakyat terus berputar,” ujar Bambang.
Komisi XII DPR RI, lanjut Bambang, menyatakan akan terus memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran. Pengawasan akan difokuskan pada distribusi subsidi agar tidak terjadi penyimpangan serta manfaatnya dapat diterima kelompok yang membutuhkan.
“Pemerintah telah menunjukkan bahwa di tengah badai geopolitik dan geoekonomi, kedaulatan energi dan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama. Kami di DPR RI mendukung penuh langkah ini,” kata Bambang.