BERITA TERKINI
Kinerja Perdagangan Sepekan di BEI Menguat, IHSG Naik ke 8.271,76

Kinerja Perdagangan Sepekan di BEI Menguat, IHSG Naik ke 8.271,76

Sejumlah indikator utama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan ditutup di zona positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,72 persen ke level 8.271,76 dari posisi 8.212,27 pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI turut meningkat 0,35 persen menjadi Rp14.941 triliun, dibandingkan Rp14.889 triliun pada pekan lalu. Dari sisi aktivitas transaksi, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 11,99 persen menjadi 3,06 juta kali transaksi.

Rata-rata volume transaksi harian juga bertambah 3,87 persen menjadi 47 miliar lembar saham, dari sebelumnya 45,24 miliar lembar. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 3,02 persen menjadi Rp23,89 triliun, dibandingkan Rp23,19 triliun pada pekan sebelumnya.

Dalam periode 16–20 Februari 2026, BEI mencatat satu pencatatan obligasi, yakni Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 milik PT Energi Mega Persada Tbk pada Rabu (18/2). Nilai pokok obligasi tersebut sebesar Rp1.150,2 miliar. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA+ (Single A Plus), dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Pencatatan ini menambah total penerbitan obligasi dan sukuk sepanjang tahun 2025 menjadi 20 emisi dari 13 emiten dengan nilai Rp15,71 triliun. Adapun total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di bursa saat ini mencapai 672 emisi, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp549,76 triliun dan 134,01 juta dolar AS.

Selain itu, BEI juga mencatat 190 seri Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp6.674,24 triliun dan 352,1 juta dolar AS. Untuk Efek Beragun Aset (EBA), tercatat sebanyak tujuh emisi dengan nilai Rp3,69 triliun.

Dari aktivitas investor asing, tercatat nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp240,57 miliar pada hari ini. Namun, secara kumulatif sepanjang tahun 2026 berjalan, investor asing membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp14.420 miliar.