Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Kholid menyoroti kondisi pasar modal dan pasar surat utang nasional menyusul adanya catatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait tata kelola pasar modal Indonesia.
Berbicara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026, Kholid mengatakan Komisi XI menaruh perhatian besar terhadap perkembangan di pasar modal dan pasar utang. Ia berharap ada perbaikan, terutama dari sisi tata kelola dan governance, agar praktik-praktik seperti saham “goreng-menggoreng” tidak kembali terjadi.
Kholid menekankan pentingnya komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan reformasi serius demi memperkuat kredibilitas pasar modal nasional.
Selain pasar modal, ia juga menyoroti outlook negatif yang diberikan Moody’s terhadap surat utang Indonesia. Menurutnya, hal itu perlu menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Ia menyebut isu governance, predictability, investability, serta kesinambungan fiskal perlu benar-benar diperhatikan, termasuk upaya peningkatan penerimaan pajak.
Karena itu, Komisi XI menyatakan akan terus mendorong sinergi antarlembaga guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kholid menegaskan kesinambungan fiskal perlu menjadi prioritas agar tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, baik domestik maupun global.
Ia juga menyampaikan bahwa Fraksi PKS di Komisi XI mendorong pemerintah, otoritas fiskal, Menteri Keuangan, OJK, dan Bank Indonesia untuk bersama-sama menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

