Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Adi Budiarso untuk menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adi menggantikan Hasan Fawzi pada posisi tersebut.
Hasan Fawzi selanjutnya mengisi jabatan Pengawas Pasar Modal OJK menggantikan Inarno Djajadi. Inarno disebut mundur pada akhir Januari lalu setelah serangkaian kabar buruk menimpa pasar modal Indonesia, yang dipicu pembekuan saham Indonesia di indeks MSCI.
Berdasarkan informasi pada laman Kementerian Keuangan, Adi Budiarso lahir di Salatiga pada 1970. Ia meraih gelar Diploma IV dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1997, kemudian memperoleh gelar Master of Accounting dari University of Southern California pada 2001. Pendidikan lanjutannya ditempuh dengan meraih gelar Doctor of Business Administration dari University of Canberra pada 2014.
Adi memulai karier sebagai pelaksana di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan, pada 1990. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Central Transformation Office (CTO) pada Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada periode 2014–2018.
Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Sekretaris Kerja Panitia Nasional 2018 Annual Meetings IMF–World Bank Group yang digelar di Bali pada 2018. Selain itu, Adi sempat menjabat sebagai Kepala Pusat Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilatera di Badan Kebijakan Fiskal.
Pada 24 Agustus 2020, Adi dipercaya menjadi Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal. Selanjutnya, pada 13 Juni 2025, ia dilantik sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya pada Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.

