Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Ternate menggelar Workshop Pelaporan Administrasi dan Keuangan yang dirangkai dengan Rapat Kerja Kota (Rakerkot) 2026, Jumat (6/3/2026), di lantai 6 Muara Hotel, Ternate.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari itu dibuka oleh Ketua KONI Kota Ternate, Faujan A. Pinang. Seluruh delegasi cabang olahraga (cabor) di Kota Ternate turut ambil bagian dalam agenda tersebut.
Workshop yang melibatkan para ketua maupun perwakilan cabor ini bertujuan memperkuat kapasitas pengurus dalam pengelolaan administrasi dan keuangan organisasi olahraga. Faujan menyampaikan, pelaksanaan workshop dan Rakerkot merupakan bagian dari upaya mematangkan sistem pelaporan administrasi serta pengelolaan keuangan di internal organisasi.
“Workshop ini sebenarnya bagian dari rangkaian rapat kerja yang akan kita lanjutkan besok. Jadi ini bukan sekadar acara seremonial, tapi kegiatan penting untuk memperkuat pengelolaan organisasi di cabang olahraga,” ujar Faujan dalam sambutannya.
Ia menilai pengelolaan organisasi dan keuangan di cabang olahraga selama ini sudah berjalan cukup baik. Meski demikian, menurutnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia tetap diperlukan agar tata kelola organisasi semakin profesional.
Faujan menegaskan, tugas KONI tidak hanya membina atlet untuk meraih prestasi, tetapi juga memastikan organisasi anggota tertib dalam administrasi serta pelaporan keuangan. “Tugas kami bukan hanya membina atlet supaya berprestasi, tapi juga membina administrasi anggota, penataan keuangan, dan penguatan organisasi. Jadi kita semua harus tertib organisasi dan tertib dalam pelaporan keuangan,” katanya.
Ia menambahkan, pada tahun ini KONI Ternate akan lebih menekankan peningkatan sumber daya manusia, tidak hanya bagi atlet, tetapi juga bagi pengurus cabang olahraga.
Menutup sambutannya, Faujan berharap seluruh peserta, khususnya para ketua cabang olahraga, dapat mengikuti workshop hingga selesai agar materi yang disampaikan narasumber dapat diterapkan dalam pengelolaan organisasi masing-masing. “Harapannya para peserta bisa mengikuti workshop ini sampai selesai, sehingga apa yang disampaikan narasumber bisa menjadi catatan penting bagi pengelolaan cabang olahraga ke depan,” tutupnya.

