Korea Selatan menyiapkan anggaran tambahan senilai Rp293 triliun untuk melindungi warga dan dunia usaha dari dampak memanasnya konflik di Timur Tengah. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dunia yang dipicu krisis geopolitik.
Lonjakan harga minyak dinilai berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi di Korea Selatan, yang merupakan negara importir minyak terbesar keempat di dunia. Pemerintah menilai tekanan dari kenaikan biaya energi dapat berdampak pada daya beli masyarakat serta beban biaya bagi pelaku usaha.
Informasi ini disampaikan dalam program Power Lunch CNBC Indonesia pada Rabu, 01/04/2026.