Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan hubungan Amerika Serikat dan China tidak dilandasi permusuhan, meski kedua negara merupakan rival strategis. Ia menyebut Washington tidak memandang China sebagai musuh yang harus dijauhi sepenuhnya, melainkan sebagai pesaing yang perlu dihadapi secara adil.
“Hubungan kami sekarang berada di tempat yang cukup nyaman. Kita akan menjadi rival, tetapi rivalitas itu harus adil,” ujar Bessent, dikutip dari Reuters.
Bessent menegaskan AS tidak ingin melakukan decoupling atau pemutusan hubungan ekonomi total dengan China. Namun, pemerintah AS memilih pendekatan de-risking, yakni mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor strategis.
Dalam kerangka itu, Bessent menyampaikan pemerintahannya berupaya mengambil kembali kedaulatan industri strategis dari China. Sektor yang disebut antara lain mineral kritis, semikonduktor, serta obat-obatan dan farmasi.
“Kita akan selalu menjadi kompetitor. Dan menurut saya, kompetisi itu membuat kita lebih baik dan mencegah stagnasi,” kata Bessent.
Selain itu, ia menilai pihak China perlu melakukan penyeimbangan ulang ekonomi, terutama terkait neraca perdagangannya dengan dunia. Menurutnya, kondisi surplus perdagangan yang konsisten dalam skala besar tidak dapat berlangsung terus-menerus.
“Dunia tidak bisa berada dalam situasi di mana mereka secara konsisten menjalankan surplus perdagangan sebesar itu. Itu tidak mungkin berlangsung terus,” ujarnya.
Rivalitas AS-China diperkirakan tetap membentuk dinamika perdagangan, teknologi, dan investasi global dalam jangka panjang. Namun, penekanan pada de-risking alih-alih decoupling dinilai memberi sinyal stabilitas yang relatif bagi perekonomian global.

