Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kinerja perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif pada awal 2026. Ia menegaskan kondisi domestik saat ini berada dalam fase ekspansi yang kuat.
Menurut Purbaya, kekuatan ekspansi tersebut menjadi modal utama bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan serta ketidakpastian yang dipicu dinamika global. Stabilitas internal dinilai berperan sebagai benteng terhadap volatilitas dari luar negeri.
Salah satu risiko eksternal yang disorot adalah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Eskalasi di tingkat internasional disebut kerap membawa dampak terhadap stabilitas pasar keuangan global.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan kekuatan fundamental ekonomi nasional. “Ekonomi Indonesia sedang mengalami masa ekspansi dalam posisi yang kuat,” ujar Purbaya.
Ia juga meminta masyarakat dan pelaku usaha tidak khawatir berlebihan terhadap gejolak ekonomi dunia. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi dampak yang mungkin muncul.
“Kalau kita harus menghadapi dampak negatif dari gejolak perekonomian global, tidak usah takut. Kita bisa mengendalikan dampak negatif dengan baik ke depan,” kata Purbaya.
Optimisme pemerintah tersebut menegaskan keyakinan bahwa dampak fluktuasi ekonomi global dapat dikelola, dengan bertumpu pada fundamental ekonomi domestik yang dinilai solid.

