BERITA TERKINI
Menkeu Purbaya: Permintaan Domestik Jadi Kunci Optimisme Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Menkeu Purbaya: Permintaan Domestik Jadi Kunci Optimisme Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan prospek ekonomi Indonesia tetap cerah meski ketidakpastian global masih membayangi. Ia menekankan bahwa kekuatan domestik, terutama permintaan dalam negeri, menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Purbaya mengatakan pemerintah terus mendorong perekonomian melalui belanja fiskal yang dinilainya berjalan cukup baik. Selain itu, sektor keuangan juga disebut bergerak aktif dalam mendukung aktivitas ekonomi. Perbaikan iklim investasi di dalam negeri turut memperkuat optimisme tersebut, dengan pemerintah memanfaatkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan.

“Banyak yang bilang prospek enggak jelas karena global enggak jelas. Kalau saya bilang prospek kita akan selalu bagus walau global ancur-ancuran selama saya jaga domestic demand,” kata Purbaya.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian acara Metro TV Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact yang digelar di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menjelaskan salah satu kebijakan yang mendorong perbaikan ekonomi adalah penyaluran dana sebesar Rp200 triliun kepada Himbara dan perbankan. Menurutnya, suntikan dana itu berdampak pada sisi permintaan dan penawaran, serta menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian nasional.

“Masyarakat melihat kondisi ekonomi yang membaik itu menggambarkan daya beli masyarakat. Jadi siapa yang bilang demand enggak bisa ditumbuhkan dengan kebijakan? Ini bukti yang nyata,” ujarnya.

Ia menilai peningkatan daya beli masyarakat mencerminkan hasil kebijakan yang ditempuh pemerintah. Purbaya juga menegaskan bahwa permintaan dapat didorong melalui langkah fiskal yang tepat.

Di sisi lain, ia menyampaikan kinerja manufaktur Indonesia tumbuh di atas 50, yang menurutnya menunjukkan kondisi ekspansif pada sektor industri. Purbaya menambahkan, pemerintah menggunakan seluruh instrumen yang tersedia untuk menjaga momentum pertumbuhan, dengan kebijakan fiskal berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi.

“Kalau demand naik, supply pasti ikutan naik. Jadi ini yang mematahkan. Justru tugas otoritas fiskal pemerintah adalah memastikan demand tumbuh dengan instrumen yang ada,” ungkap Purbaya.

Ia kembali menegaskan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai fondasi utama. Dengan langkah tersebut, pemerintah menyatakan optimistis ekonomi Indonesia dapat tetap kuat di tengah dinamika global.