BERITA TERKINI
Mira Wibowo Dinobatkan Indonesia Best CEO 2025, Indodana Finance Perluas Akses Keuangan hingga 180+ Daerah

Mira Wibowo Dinobatkan Indonesia Best CEO 2025, Indodana Finance Perluas Akses Keuangan hingga 180+ Daerah

Kepemimpinan adaptif Mira Wibowo sebagai Direktur Utama Indodana Finance disebut menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan, sekaligus memperluas akses keuangan inklusif di ekosistem digital. Perusahaan menekankan eksekusi strategi yang presisi untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Atas dedikasi memimpin organisasi yang responsif terhadap dinamika pasar, Mira memperoleh penghargaan Indonesia Best CEO 2025. Penghargaan tersebut disebut mencerminkan upaya perusahaan menjembatani visi pertumbuhan dengan tata kelola risiko yang kuat.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim di Indodana Finance, yang tetap adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan industri saat ini,” kata Mira Wibowo dalam siaran pers, Sabtu (7/3/2026).

Indodana Finance juga menyatakan terus membangun budaya organisasi yang sehat agar inovasi teknologi yang dikembangkan memberi dampak sosial positif. Dalam hal jangkauan layanan, Indodana PayLater disebut telah meluas secara merata dan menjangkau masyarakat di lebih dari 180 kota dan kabupaten.

Ekspansi tersebut, menurut perusahaan, dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar pertumbuhan bisnis berjalan sehat dan berkelanjutan. Infrastruktur teknologi yang dikembangkan turut disertai edukasi finansial untuk mendorong pengguna bertransaksi secara bijak.

Perusahaan menilai inovasi yang dihadirkan tidak hanya memudahkan akses permodalan, tetapi juga diarahkan sebagai alat pemberdayaan ekonomi. Pendekatan ini dikaitkan dengan fokus pada efisiensi operasional dan tanggung jawab sosial.

Rekam jejak profesional Mira Wibowo disebut terbentuk selama dua dekade berkarier di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), termasuk peran dalam pengembangan ekosistem kredit konsumer dan transformasi digital. Dalam pengalaman di lini perbankan transaksi, pendekatan pemberian kredit yang hati-hati (prudent underwriting) disebut menjadi prioritas untuk menjaga persentase non-performing loan.

“Bagi kami ekspansi bukan sekadar soal angka pertumbuhan, melainkan tentang kualitas dampak nyata yang dihasilkan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Mira.

Indodana Finance juga menyebut visi jangka panjang untuk menghadirkan layanan keuangan yang transparan diperkuat dengan fasilitas pendanaan sebesar Rp 1 triliun dari BCA. Perusahaan menilai dukungan tersebut mencerminkan kepercayaan sektor perbankan terhadap kapasitas kepemimpinan yang dinilai mampu mendorong dampak positif bagi ekonomi digital.