Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membagikan sejumlah tips praktis untuk membantu masyarakat mengatur keuangan, mulai dari menyiapkan dana darurat hingga merencanakan dana pensiun. Pengelolaan keuangan disebut tidak hanya soal menabung, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk masa depan.
Certified Financial Planner sekaligus Asisten Manajer Madya OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Rizky Emilia Isrullah, menjelaskan ada empat hal yang menjadi dasar perencanaan keuangan dan perlu dipersiapkan, terutama bagi mereka yang berada di usia produktif.
Menurut Rizky, fondasi pertama adalah dana darurat. Ia menyarankan besarnya dana darurat idealnya minimal tiga kali pengeluaran bulanan, agar tersedia cadangan saat terjadi kondisi tak terduga.
Selain itu, ia menekankan pentingnya dana proteksi melalui asuransi untuk melindungi kondisi keuangan dari risiko kesehatan atau kecelakaan. Dana pendidikan juga dinilai perlu disiapkan sejak dini, mengingat biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahun. Sementara untuk dana pensiun, Rizky menyarankan agar masyarakat mulai menyisihkan minimal 10 persen dari penghasilan secara rutin.
Rizky juga membagikan langkah sederhana dalam membuat perencanaan keuangan harian dan bulanan. Tahap awalnya adalah memahami pendapatan dan pengeluaran secara menyeluruh, kemudian menyusun rencana dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Ia menyarankan agar kebutuhan wajib, seperti makanan dan transportasi, diprioritaskan sebelum menganggarkan pos lainnya.
Ia mengingatkan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dengan membuat skala prioritas. Rizky juga menekankan prinsip menyisihkan dana di awal, bukan menunggu sisa di akhir.
Untuk menilai apakah kondisi keuangan sudah sehat, Rizky menyebut sejumlah indikator yang dapat dijadikan tolok ukur, antara lain memiliki anggaran yang terencana, rutin menabung, tidak memiliki utang konsumtif yang menumpuk, serta sudah memiliki dana darurat dan proteksi. Jika sebagian besar indikator tersebut terpenuhi, kondisi keuangan dinilai berada pada jalur yang benar.
OJK menyatakan terus mendorong literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi. Masyarakat yang ingin berkonsultasi atau mengadukan permasalahan terkait produk dan layanan keuangan dapat menghubungi Kontak OJK melalui telepon 157, WhatsApp 081 157 157 157, atau mengakses IASC.ojk.go.id.

