Upaya penguatan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda kembali digelar melalui rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026. Dalam kegiatan tersebut, diselenggarakan talkshow bertema “Generasi Emas Melek Finansial: Keuangan Syariah untuk Indonesia Maju” pada Kamis, 5 Maret 2026.
Acara diikuti oleh 100 penerima BSI Scholarship secara luring dan 5.000 awardee secara daring melalui Zoom Meeting dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
Sejumlah perwakilan dari lembaga terkait hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro, Direktur Risk Management PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Grandhis Helmi Harumansyah, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ismail Riyadi, serta Roni Setyabudi selaku Direktur Waqf and Empowerment.
Dalam keynote speech pembuka, Grandhis Helmi Harumansyah menegaskan komitmen BSI untuk memperkuat literasi keuangan syariah bagi generasi muda agar lebih cakap mengelola ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap para penerima beasiswa dapat berperan sebagai duta inklusi keuangan syariah. “Saya berharap teman-teman BSI Scholarship dapat menjadi duta inklusi keuangan syariah BSI, mengajak masyarakat untuk berinvestasi demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ismail Riyadi dari OJK turut menekankan bahwa literasi keuangan bagi generasi muda penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Literasi bukan hanya sekadar melek, tetapi juga memahami perubahan inklusif dalam pertumbuhan ekonomi syariah agar pembangunan dapat terus stabil,” kata Ismail.
Talkshow literasi keuangan syariah dalam acara ini mengangkat tema “Uang, Gaya Hidup, dan Masa Depan.” Diskusi interaktif menghadirkan Septi Purwanti (Asisten Direktur Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK) serta Greget Kalla Buana (VP Stakeholder Management PT Bank Syariah Indonesia Tbk).
Para narasumber membahas berbagai aspek pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan finansial, gaya hidup generasi muda, hingga peluang pemanfaatan produk keuangan syariah sebagai bagian dari perencanaan masa depan. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan peserta yang aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai literasi keuangan syariah di era modern.
Selain talkshow, kegiatan ini juga menjadi momentum pengukuhan Duta Literasi Keuangan Syariah serta buka puasa bersama. Salah satu awardee BSI Scholarship Prestasi dari IPB University, Yovi, menyampaikan kegiatan tersebut memberinya wawasan baru mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia muda, termasuk pemahaman terkait modus penipuan keuangan. “Acaranya seru banget, dan jadi makin melek terkait ekonomi syariah dan bisa mengetahui apa saja modus-modus penipuan keuangan, terimakasih BSI, BSI Masahat juga BSI Scholarship,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, BSI Maslahat turut berperan sebagai mitra strategis yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda melalui program pendidikan dan beasiswa. Kehadirannya mendukung pelaksanaan kegiatan literasi agar tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan terintegrasi dalam pembinaan awardee untuk mendorong mereka menjadi agen perubahan di masyarakat.

