Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan Sakinah atau Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) Tahun 2026 di Provinsi Papua Barat.
Agenda tersebut dilaksanakan di Masjid Baitul Hikmah pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti lebih dari 550 santri dan tenaga pengajar dari pondok pesantren serta MTs Negeri di Distrik Aimasi. Program ini ditujukan untuk menanamkan pemahaman pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah sejak usia dini.
Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, menyampaikan bahwa bulan Ramadan dinilai sebagai momentum yang tepat untuk mendorong masyarakat mengenal dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah.
“Momentum Ramadan yang penuh kebaikan ini menjadi saat yang tepat bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan menggunakan produk serta layanan keuangan syariah agar ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadan menjadi lebih berkah,” ujar Budi Rahman dalam siaran pers yang diterima pada Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Budi, keterampilan mengelola keuangan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran perlu terus disampaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung kesejahteraan finansial. Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini melalui kepemilikan rekening SimPel iB.
“Melalui kepemilikan rekening SimPel iB, para santri diharapkan dapat membangun budaya menabung sejak dini serta mengelola keuangan secara bijak sesuai prinsip syariah,” kata Budi.
Kepala Pondok Pesantren Darussalam Manokwari, Maftukhin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini tidak hanya menambah wawasan santri, tetapi juga memberikan pemahaman bagi para guru dan masyarakat di lingkungan pesantren terkait kemudahan akses produk dan layanan keuangan syariah serta pentingnya pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat, Rofiul Amri, berharap edukasi keuangan syariah dapat dilakukan secara berkala. Ia menilai kegiatan semacam ini dapat memperluas pemahaman pelajar di Manokwari mengenai keuangan syariah, sekaligus membuka kesempatan bagi pelajar di Papua untuk bersaing dengan pelajar dari daerah lain dalam kompetisi bertema syariah.
Dalam rangka memperkuat komitmen peningkatan inklusi keuangan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan 500 rekening SimPel iB bagi santri Pondok Pesantren Darussalam Manokwari dan pelajar MTs Negeri di Distrik Aimasi.

