BERITA TERKINI
OJK dan PPUMI Gelar SICANTIKS di Manokwari untuk Perkuat Literasi Keuangan Syariah Perempuan UMKM

OJK dan PPUMI Gelar SICANTIKS di Manokwari untuk Perkuat Literasi Keuangan Syariah Perempuan UMKM

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Pemberdaya Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) di Manokwari. Kegiatan ini ditujukan untuk menanamkan pemahaman pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah, dengan harapan dapat mendukung peningkatan perekonomian keluarga.

SICANTIKS merupakan rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) tahun 2026 di Provinsi Papua Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Salafiyah Manokwari dan diikuti lebih dari 310 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM perempuan serta ibu rumah tangga.

Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, menilai perkembangan era digital yang cepat memunculkan berbagai tantangan dan persoalan di masyarakat, salah satunya akibat rendahnya literasi keuangan. Menurutnya, kondisi itu turut diperparah dengan maraknya fenomena penawaran investasi ilegal, termasuk yang dilakukan melalui praktik flexing atau pamer kekayaan.

Dalam keterangannya, Budi menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan dan berinvestasi melalui produk sektor jasa keuangan yang legal serta sesuai profil risiko. Ia juga menyatakan OJK akan terus memperluas dan memperkuat program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar dan pelaku UMKM, untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPUMI Provinsi Papua Barat, Prima Aggraeni, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini relevan untuk memperkuat kapasitas perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus pelaku usaha, serta diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dan memperluas akses perempuan terhadap produk dan layanan keuangan yang aman, legal, dan sesuai prinsip syariah.