BERITA TERKINI
OJK Maluku Siapkan Strategi Dorong Kredit 2026, Targetkan Penyaluran Tembus Rp1 Triliun

OJK Maluku Siapkan Strategi Dorong Kredit 2026, Targetkan Penyaluran Tembus Rp1 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan kredit pada 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik. OJK menargetkan penyaluran kredit perbankan pada tahun tersebut dapat mencapai, bahkan melampaui, Rp1 triliun.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, mengatakan upaya menjaga momentum penyaluran kredit dilakukan melalui pemantauan ketat implementasi berbagai peta jalan (roadmap) pengembangan industri perbankan. Roadmap yang dimonitor mencakup Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I), Roadmap Perbankan Syariah (RP3SI), Roadmap BPR/BPRS (RP2B), hingga Roadmap Penguatan Bank Pembangunan Daerah (RPBPD).

Menurut Andi, roadmap tersebut menjadi acuan arah pengembangan industri perbankan dalam beberapa tahun ke depan sekaligus memastikan inisiatif pendukung pertumbuhan kredit berjalan sesuai rencana. Dari sisi pengawasan, OJK juga terus mendorong perbankan agar konsisten menerapkan manajemen risiko dan tata kelola yang baik, serta memperkuat sinergi lintas lembaga.

“Target kami di 2026 ini penyaluran kredit harus capai bila perlu lebih dari Rp1 triliun,” kata Andi dalam kegiatan OJK Maluku Bastori sekaligus buka puasa bersama wartawan di Ambon, Rabu, 11 Maret 2026.

Andi menyampaikan kondisi industri jasa keuangan di Maluku secara umum masih stabil dengan risiko yang relatif terkendali. Pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan di wilayah tersebut berada di kisaran sekitar 5 persen.

Untuk perbankan syariah, pertumbuhan pembiayaan tercatat lebih tinggi, yakni sekitar 20,54 persen. Meski demikian, pangsa pasar perbankan syariah masih relatif kecil dibandingkan total industri perbankan di Maluku. Total aset perbankan syariah tercatat sekitar Rp1 triliun, sedangkan total aset perbankan di Maluku mencapai sekitar Rp34 triliun.

“Penyaluran pembiayaan perbankan syariah tumbuh cukup tinggi bahkan mencapai sekitar 20 persen. Tapi secara keseluruhan pertumbuhan kredit masih didominasi perbankan konvensional,” ujarnya.

Selain perbankan, OJK mencatat perkembangan positif pada sektor jasa keuangan lainnya. Jumlah investor pasar modal di Maluku terus meningkat dengan pertumbuhan mencapai 21,6 persen. Sementara itu, program pembiayaan ultra mikro melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM) juga berkembang, dengan program Mekaar memiliki sekitar 53.000 nasabah dan total penyaluran pembiayaan mendekati Rp300 miliar.

Di sisi lain, OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tengah melaksanakan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 untuk memperbarui data tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Pada survei sebelumnya, tingkat literasi keuangan nasional tercatat sekitar 60 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada pada angka 80,5 persen.