PURWOKERTO — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto resmi memulai rangkaian Gebyar Ramadhan Syariah (Gerak Syariah) 2026 dengan menggelar Training of Trainers (ToT) bagi 1.000 Penyuluh Agama Islam se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah melalui peran tokoh agama di tingkat akar rumput.
Pembukaan Gebyar Ramadhan Syariah dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas Ibnu Asaddudin, serta Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady. Peserta terdiri atas penyuluh agama fungsional dan utusan organisasi keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.
Dwi Asih Lintarti menilai sinergi dalam program tersebut strategis karena penyuluh agama memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Menurutnya, peran penyuluh penting untuk membantu menjelaskan konsep keuangan syariah kepada masyarakat desa. Ia berharap kerja sama pemerintah daerah, OJK, dan penyuluh agama dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Sementara itu, Haramain Billady mengatakan Gebyar Ramadhan Syariah digelar untuk meningkatkan literasi keuangan syariah. Ia menyebut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan literasi keuangan syariah baru mencapai 43,42%.
Dalam ToT tersebut, para penyuluh dibekali materi beragam, mulai dari pengelolaan keuangan syariah, pasar modal, hingga edukasi mengenai bahaya judi online serta pinjaman online ilegal. Materi teknis disampaikan oleh narasumber dari Bank Indonesia Purwokerto, Asbisindo, PT Phintraco Sekuritas, MES Banyumas, dan OJK, termasuk penekanan pada aspek keamanan transaksi digital syariah.
Selain ToT, rangkaian Gebyar Ramadhan Syariah 2026 juga akan diisi kegiatan syiar ekonomi seperti lomba hadroh, lomba kultum, lomba artikel keuangan, hingga podcast keislaman. OJK menyatakan berkomitmen menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemahaman keuangan syariah yang lebih mendalam.

