Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto mencatat pembukaan 7.121 rekening baru dan pembiayaan baru sebesar Rp160,8 miliar selama pelaksanaan Gebyar Ramadan Syariah (Gerak Syariah) 2026 di wilayah eks Karesidenan Banyumas. Capaian tersebut merupakan hasil rangkaian kegiatan literasi dan inklusi keuangan syariah yang digelar sepanjang kampanye.
Informasi itu disampaikan dalam acara puncak Gerak Syariah 2026 yang berlangsung di Taman Kota Usman Janatin, Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional OJK untuk meningkatkan literasi sekaligus mendorong pemanfaatan produk keuangan syariah di masyarakat.
Kepala Kantor OJK Purwokerto, Haramain Billady, mengatakan industri keuangan syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif, namun tingkat literasi dan inklusi masih perlu ditingkatkan. Ia merujuk pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang mencatat tingkat literasi keuangan syariah sebesar 43,42 persen, sementara tingkat inklusi baru mencapai 13,41 persen.
Menurut Haramain, kampanye Gerak Syariah di wilayah eks Karesidenan Banyumas melibatkan berbagai lembaga jasa keuangan syariah yang menyelenggarakan 45 kegiatan literasi dan inklusi. Total peserta yang tercatat mengikuti kegiatan tersebut mencapai 1.403 orang.
Dari rangkaian kegiatan itu, OJK Purwokerto juga mencatat 3.126 debitur baru serta produk simpanan baru sebesar Rp17,7 miliar.
Acara puncak Gerak Syariah 2026 dibuka oleh Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam mendorong pemahaman masyarakat mengenai sistem keuangan syariah dan memperluas akses terhadap produk keuangan yang sesuai prinsip syariah.
Dimas menilai peningkatan literasi keuangan syariah tidak hanya penting untuk memperluas pengetahuan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong kesejahteraan ekonomi.

