Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menggelar pelatihan “Training of Trainers (ToT)” edukasi keuangan bagi penyuluh agama se-Kota Tasikmalaya untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat. Kegiatan ini diikuti puluhan penyuluh agama dari seluruh kecamatan dan dilaksanakan di Auditorium Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Tasikmalaya, Rabu, 11 Maret 2026.
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang sehat. Menurutnya, penyuluh agama merupakan figur yang dipercaya dan dekat dengan berbagai komunitas, mulai dari calon pengantin, keluarga muda, hingga majelis taklim.
“Penyuluh agama merupakan figur yang dipercaya masyarakat dan memiliki kedekatan dengan berbagai komunitas, mulai dari calon pengantin, keluarga muda, hingga majelis taklim. Melalui kegiatan ini, kami berharap para penyuluh dapat menjadi mitra strategis OJK dalam menyampaikan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat secara lebih luas,” kata Nofa.
Dalam konteks tugasnya, penyuluh agama selama ini menjadi ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan, penerangan, serta edukasi ajaran agama kepada masyarakat. Mereka menjalankan fungsi informatif-edukatif, konsultatif, dan advokatif, sekaligus berperan sebagai penggerak moderasi beragama, pembina kerukunan, dan motivator pembangunan melalui pendekatan nilai-nilai agama.
Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Keuangan Ramadan Syariah (GERAKS) yang bertujuan mendorong pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan sesuai prinsip syariah. Melalui ToT tersebut, OJK Tasikmalaya menargetkan terwujudnya efek berantai (multiplier effect), yakni para penyuluh agama dapat menyampaikan kembali materi literasi keuangan kepada masyarakat melalui berbagai forum pembinaan keagamaan, seperti majelis taklim, bimbingan calon pengantin, maupun kegiatan komunitas lainnya.
OJK Tasikmalaya menyatakan sinergi antara regulator, industri jasa keuangan, dan penyuluh agama diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Kota Tasikmalaya. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin cakap mengelola keuangan, mampu memilih produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan serta kemampuan, dan terhindar dari aktivitas keuangan ilegal yang merugikan.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Tasikmalaya Arip Somantri. Sejumlah narasumber juga dihadirkan, antara lain dari Bank BJB Cabang Tasikmalaya dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya.

