BERITA TERKINI
Pemerintah Dorong Ekspor Lewat Program PKE untuk Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen hingga 2029

Pemerintah Dorong Ekspor Lewat Program PKE untuk Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen hingga 2029

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen hingga 2029. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi tidak dapat hanya bertumpu pada konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama, tetapi juga perlu diperkuat melalui sumber pertumbuhan lain, termasuk ekspor.

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Tony Prianto, mengatakan Kementerian Keuangan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menggulirkan Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) untuk mendukung peningkatan ekspor. Pernyataan itu disampaikan dalam media visit di Gresik, Minggu (19/4/2026).

Tony menjelaskan, program PKE telah berjalan sejak 2021 dan direncanakan berlanjut hingga 2029. Menurutnya, pemerintah memandang terdapat sejumlah sektor ekspor yang perlu dimasuki industri, namun memerlukan dukungan dari pemerintah.

Selain PKE, pemerintah juga menyiapkan dukungan fasilitas fiskal lainnya. Tony menyebut dukungan tersebut diharapkan menjadi pelengkap yang memudahkan Indonesia bersaing di pasar ekspor global.

Pemerintah berharap berbagai kebijakan itu dapat membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen hingga 2029. Tony juga menyampaikan bahwa kondisi neraca perdagangan sejauh ini masih positif, dengan upaya penguatan ekspor disertai pengurangan impor.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pelaksana Bisnis II Indonesia Eximbank, Sulaeman, menyampaikan bahwa PKE dibiayai dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Ia menyebut jumlah PMN untuk program PKE sebesar Rp13,7 triliun, dengan realisasi penyaluran Rp13 triliun. Menurutnya, program tersebut menghasilkan devisa ekspor lebih dari Rp37 triliun.

Sulaeman menambahkan, penerima program PKE mencapai 270 eksportir yang melakukan ekspor ke 90 negara. Komoditas yang diekspor disebut lebih dari 30 jenis, dengan laba sebesar Rp742 miliar.

Ia juga menyatakan program PKE dinilai memberikan dampak pembangunan yang besar. Dalam penjelasannya, setiap satu rupiah yang ditarik dari PKE disebut dapat memberikan dampak pembangunan hingga tiga kali lipat.

Penugasan Khusus Ekspor (PKE) mencakup enam program, dengan tiga di antaranya bersifat proyek. Enam program tersebut meliputi PKE untuk ekspor ke negara non-tradisional seperti Timur Tengah dan Eropa Timur, pembiayaan perdagangan, dukungan bagi industri alat transportasi dan alat pendukungnya, industri farmasi dan alat kesehatan, serta penjaminan dan asuransi.

Sementara itu, tiga PKE yang bersifat proyek mencakup PKE untuk industri penerbangan dan PKE untuk pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.