BERITA TERKINI
Pemerintah Rencanakan Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun di Bank untuk Perkuat Likuiditas

Pemerintah Rencanakan Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun di Bank untuk Perkuat Likuiditas

Pemerintah berencana menambah penempatan dana sebesar Rp100 triliun di perbankan guna meningkatkan likuiditas dalam sistem keuangan. Rencana ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut kebijakan tersebut serupa dengan injeksi dana Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang telah dilakukan sebelumnya.

Menurut Purbaya, penempatan dana kali ini dirancang lebih jangka pendek dan fleksibel. Skemanya memungkinkan dana keluar-masuk sehingga tidak terikat dalam deposito berjangka panjang. “Nanti, mungkin Rp100 triliun lagi yang bisa keluar-masuk. Artinya, tidak terikat dalam deposit jangka panjang, tapi jangka pendek dan fleksibel,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, pada penempatan dana sebelumnya pemerintah menggunakan skema deposit on call dengan tenor enam bulan. Adapun pada rencana injeksi baru, skema akan dibuat lebih fleksibel agar dana dapat segera ditarik ketika pemerintah membutuhkan pembiayaan untuk belanja negara.

Perbedaan lain terdapat pada sumber dana. Pada suntikan sebelumnya, anggaran berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang tidak termasuk dalam pagu belanja negara. Sementara untuk rencana penempatan Rp100 triliun, Purbaya menyebut dana akan diambil dari belanja pemerintah di Bank Indonesia (BI) yang belum terserap.

Ia menjelaskan, dana yang belum digunakan tersebut dinilai lebih bermanfaat bila ditempatkan di perbankan agar dapat menambah uang yang beredar di sistem perekonomian, sembari tetap bisa ditarik ketika diperlukan untuk belanja. “Kalau nanti mau kita belanjakan bisa langsung keluar. Tapi, sebelum dipakai, setidaknya bisa membantu sistem perekonomian,” katanya.

Meski demikian, Purbaya belum memastikan waktu pelaksanaan penempatan dana tersebut. Ia menyatakan masih meminta Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, untuk mengkaji rencana itu.