Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Riau, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau menggelar edukasi literasi keuangan bagi pelajar sebagai upaya pencegahan risiko kejahatan finansial di era digital. Kegiatan berlangsung di Aula SMP Negeri 2 Dumai, Kamis (12/2/2026), dan diikuti 250 siswa.
Agenda kolaborasi tersebut dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemko Dumai, Yusmanidar, yang mewakili Wali Kota Dumai. Kegiatan mengusung tema “Dumai Cerdas Kelola Keuangan Sejak Dini untuk Masa Depan Gemilang” dan menekankan pentingnya pembentukan karakter finansial sejak usia sekolah.
Yusmanidar menyampaikan apresiasi atas langkah OJK Riau dalam memberikan edukasi kepada pelajar. Ia berharap para siswa mampu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak sejak dini.
Materi literasi keuangan yang diberikan tidak hanya membahas cara menabung, tetapi juga mengenalkan risiko judi online serta berbagai modus penipuan digital yang kerap menyasar generasi muda.
Analis Deputi Direktur Pengawasan OJK dan Edukasi Perlindungan Konsumen, Mochammad Taufiq, menegaskan literasi keuangan menjadi bekal penting agar pelajar tidak mudah menjadi korban kejahatan finansial. Ia menyatakan OJK berkomitmen untuk terus mendatangi sekolah-sekolah guna meningkatkan indeks literasi keuangan di Riau, sekaligus mendorong pelajar mengenali produk jasa keuangan yang aman dan legal.
Kepala SMP Negeri 2 Dumai, Saidatun Syabibah, menilai kegiatan tersebut sebagai penguatan pendidikan karakter, khususnya dalam membangun kemandirian finansial. Ia menyebut edukasi itu menjadi suplemen pembelajaran bagi siswa dan diharapkan dapat menumbuhkan budaya menabung serta kebiasaan berbelanja secara bijak.
Selain itu, edukasi teknis disampaikan oleh Kartinda Aprilya selaku Analis OJK Riau terkait pengenalan OJK dan pengelolaan keuangan. Afni Yusnita dari Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Dumai turut memperkenalkan kemudahan akses Simpanan Pelajar (SimPel).
Melalui kolaborasi ini, Pemko Dumai berharap literasi keuangan generasi muda terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pelajar terhadap ancaman kejahatan finansial dan perilaku konsumtif di era digital.
Sumber: infopublik.id

