BERITA TERKINI
Penetrasi Asuransi Masih Rendah, IFG Life Dorong Akses Digital Lewat One by IFG

Penetrasi Asuransi Masih Rendah, IFG Life Dorong Akses Digital Lewat One by IFG

Industri asuransi dinilai tetap memegang peran penting dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat di tengah tantangan ekonomi global. Namun, pemanfaatan asuransi di Indonesia masih menghadapi hambatan, tercermin dari tingkat penetrasi yang belum tinggi.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penetrasi industri asuransi pada 2025 berada di kisaran 2,72% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menggambarkan adopsi asuransi yang masih terbatas di masyarakat.

Di saat yang sama, pertumbuhan premi pada segmen asuransi jiwa juga belum menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi asuransi jiwa pada kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp133,22 triliun dan mengalami tekanan di beberapa segmen.

Di sisi lain, tingkat konektivitas digital di Indonesia terus meningkat. Laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pengguna internet di Indonesia mencapai 80,66% pada 2025.

Merespons kondisi tersebut, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG—BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi—memanfaatkan platform digital terpadu One by IFG untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan asuransi dan proteksi secara digital.

Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi, menyatakan rendahnya penetrasi asuransi menunjukkan ruang pertumbuhan sekaligus tantangan bagi industri. Menurutnya, situasi ini menjadi momentum bagi IFG Life untuk memperluas akses perlindungan melalui produk yang relevan, komprehensif, dan terjangkau, disertai komitmen transformasi dan inovasi dengan tata kelola yang kuat serta fokus pada kebutuhan nasabah.

Melalui One by IFG, masyarakat dapat mengakses informasi dan edukasi produk asuransi jiwa, mengeksplorasi serta membeli produk IFG Life sesuai kebutuhan, dan mengelola polis secara digital dalam satu aplikasi.

Platform tersebut juga mengintegrasikan layanan kesehatan pendukung, seperti akses konsultasi dokter secara daring dan penerbitan surat rujukan medis. Integrasi ini ditujukan agar nasabah dapat mengelola perlindungan jiwa dan kesehatan secara lebih praktis, transparan, dan terhubung dalam satu ekosistem.

Gatot menambahkan, digitalisasi menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan proteksi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Melalui One by IFG, IFG Life ingin mempermudah akses terhadap produk dan layanan, sekaligus meningkatkan literasi asuransi dan mendukung inklusi keuangan nasional.

Hingga akhir 2025, One by IFG tercatat telah digunakan lebih dari 500.000 pengguna, dengan lebih dari 370.000 pengguna aktif. Platform ini juga mencatat lebih dari 250.000 transaksi lintas layanan kesehatan, proteksi, dan investasi.