Pengamat Ekonomi Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menilai fluktuasi harga emas terjadi karena komoditas logam mulia tersebut diperdagangkan di pasar internasional. Menurutnya, pergerakan harga emas sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global.
Rawing menjelaskan, harga emas di dalam negeri pada umumnya mengikuti harga emas dunia yang diperdagangkan menggunakan dolar Amerika Serikat. Ketika harga emas global naik, harga emas di pasar domestik turut terdorong.
Ia menambahkan, sebagai komoditas global, perubahan harga emas di daerah seperti Kalimantan Tengah maupun di Indonesia secara umum tidak berdiri sendiri. Pergerakannya bergantung pada dinamika pasar internasional.
Akademisi Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR) itu juga menyebut pergeseran harga tersebut semakin memperkuat posisi emas sebagai pilihan investasi untuk jangka menengah hingga panjang.
“Memang emas ini kan salah satu logam mulia yang merupakan logam utama yang diperdagangkan, baik di nasional maupun internasional, sehingga sangat berpengaruh, lantaran merupakan logam utama yang jadi perdagangan di dunia internasional,” ujar Rawing, Selasa, 10 Maret 2026.
Selain faktor ekonomi global, ia menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah yang dinilai dapat memengaruhi suplai dan permintaan, serta berdampak pada angkutan barang dari maupun melalui kawasan tersebut.
“Karena Timur Tengah ini kan semacam tempat persinggahan. Hampir semua pesawat ataupun kapal laut selalu lewat,” katanya.

