JAKARTA — Beragam kebutuhan dan keinginan selama Ramadan kerap membuat pengelolaan keuangan menjadi tantangan. Dalam situasi ini, perencanaan keuangan yang bijak dinilai penting agar masyarakat dapat menjaga keseimbangan finansial dan menjalani bulan suci dengan lebih tenang, nyaman, serta penuh makna.
Melalui rangkaian program #RamadanLebihBerkah, Danamon menghadirkan sejumlah solusi finansial yang ditujukan untuk mendukung kemudahan bertransaksi, fleksibilitas pembiayaan, hingga perencanaan masa depan. Program ini diarahkan agar masyarakat dapat lebih fokus menjalani esensi Ramadan dengan nyaman.
Salah satu momen yang identik dengan Ramadan adalah ngabuburit, ketika masyarakat menantikan waktu berbuka bersama keluarga dan sahabat. Dalam tradisi tersebut, kemudahan transaksi dan penawaran promosi menjadi bagian yang turut mendukung aktivitas masyarakat.
Danamon menawarkan cashback 50% hingga total Rp50.000 per nasabah untuk transaksi pembayaran QRIS melalui aplikasi D-Bank PRO. Program ini berlaku setiap hari pada pukul 17.00–19.00 WIB, 18.00–20.00 WITA, dan 19.00–21.00 WIT di berbagai merchant, untuk kebutuhan seperti membeli takjil, hidangan berbuka, maupun aktivitas lain selama ngabuburit.
Selama Ramadan, Danamon juga menghadirkan cashback Rp25.000 untuk top up eMoney Mandiri serta kemudahan pembelian BBM menggunakan QRIS D-Bank PRO dengan cashback hingga Rp100.000.
Selain itu, tersedia cashback hingga Rp100.000 untuk belanja daring di e-commerce menggunakan Virtual Account Danamon. Danamon juga memberikan cashback untuk pembelian hampers dan belanja roti di Holland Bakery hingga Rp50.000.
Untuk melengkapi pengalaman transaksi, D-Bank PRO menyediakan fitur Transfer Grup yang ditujukan untuk memudahkan pembagian biaya bersama keluarga. Danamon juga menawarkan diskon 15% di Bottega Ristorante dan 10% di Kedai Sirih Merah bagi pemegang Kartu Debit, Kredit, dan Charge Danamon.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 mencatat aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia meningkat sekitar 30–40% selama Ramadan. Kondisi ini mencerminkan tingginya pergerakan dan produktivitas masyarakat pada periode tersebut.

