Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat ekonomi ke Istana Kepresidenan Jakarta di tengah gejolak ekonomi global yang ikut menekan kondisi pasar domestik. Pertemuan tersebut berlangsung saat nilai tukar rupiah melemah dan harga minyak dunia sempat melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah.
Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aries Marsudiyanto.
Meski agenda rapat tidak dijelaskan secara rinci, pertemuan itu diduga membahas stabilitas ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan salah satu topik yang kemungkinan dibahas adalah stabilitas fiskal. Ia menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat dan menekankan bahwa selama fondasi ekonomi tetap baik, pengendalian nilai tukar rupiah akan lebih mudah dilakukan.
Purbaya juga menyoroti pentingnya kerja sama pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar. Rapat ini digelar saat rupiah pada awal perdagangan sempat melemah hingga sekitar Rp17.000 per dolar AS.
Di saat bersamaan, harga minyak dunia sempat menembus di atas 100 dolar AS per barel seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski kemudian turun kembali ke kisaran 80 hingga 90 dolar per barel, pergerakan yang cepat tersebut menjadi perhatian pemerintah.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aries Marsudiyanto mengatakan diskusi dengan Presiden juga menyinggung perkembangan konflik di Timur Tengah. Namun, ia menyatakan pemerintah tetap optimistis. Menurutnya, stok pangan dan energi di dalam negeri masih aman, dan masyarakat diminta tidak khawatir terkait ketersediaan bahan bakar maupun kebutuhan pokok.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut rapat turut membahas persiapan menjelang Eid al-Fitr. Pembahasan mencakup ketersediaan bahan pokok, pasokan BBM untuk arus mudik, serta stabilitas harga pangan menjelang Lebaran.
Pemerintah menyatakan fokus pada upaya menjaga stabilitas di dalam negeri di tengah ketidakpastian global, mulai dari penguatan koordinasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, pengamanan pasokan energi, hingga memastikan harga dan ketersediaan pangan menjelang periode mudik dan hari raya.

