BERITA TERKINI
Prancis Gelar Pertemuan Video Menteri Keuangan G7 Bahas Dampak Ekonomi Krisis Timur Tengah

Prancis Gelar Pertemuan Video Menteri Keuangan G7 Bahas Dampak Ekonomi Krisis Timur Tengah

PARIS — Prancis akan menjadi tuan rumah pertemuan video para menteri keuangan Kelompok Tujuh (G7) pada Senin (9/3) untuk membahas krisis di Timur Tengah, menyusul kekhawatiran terhadap dampaknya pada perekonomian global.

Kementerian Keuangan Prancis menyatakan pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pukul 13.30 waktu setempat (12.30 GMT) itu akan meninjau situasi di kawasan Teluk dari sudut pandang ekonomi, termasuk perkembangan beberapa hari terakhir.

Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure sebelumnya mengatakan kepada radio Franceinfo bahwa ia telah sepakat dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent serta para menteri keuangan G7 lainnya untuk menggelar pertemuan tersebut, lebih dari sepekan setelah dimulainya perang AS-Israel melawan Iran.

Menurut Lescure, pertemuan itu dimaksudkan untuk melihat bagaimana konflik berkembang dan bagaimana pergerakan pasar merespons situasi tersebut. Ia menambahkan, pertemuan akan dihadiri menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara anggota.

Prancis saat ini memegang presidensi bergilir G7, yang beranggotakan Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. Pertemuan pertama para menteri keuangan G7 di bawah kepemimpinan Prancis telah digelar pada 27 Januari.

Lescure menyebut pertemuan pekan depan diharapkan menjadi ajang pertukaran pandangan. “Kita akan mendengarkan apa yang muncul dari lapangan, dari bisnis, dari para ekonom di berbagai belahan dunia ini,” ujarnya.

Ia mengatakan diskusi tersebut diperlukan untuk menilai apakah ada respons yang perlu diambil. “Idenya adalah untuk dapat mendiskusikan keadaan situasi, sehingga kita dapat menilai respons apa pun yang mungkin diperlukan, jika kita harus bertindak,” katanya.

Lescure juga menekankan pentingnya koordinasi mengingat konflik yang disebutnya bersifat lokal namun berdampak global. “Dalam konflik yang saat ini menjadi konflik lokal di satu wilayah tetapi memiliki dampak global, jelas penting bagi kita untuk berkoordinasi,” ujarnya.

Perang yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari disebut telah memicu lonjakan harga minyak mentah dan gas alam, serta penurunan tajam di pasar saham, terutama di Eropa dan Asia.

Pembicaraan para menteri keuangan G7 juga akan menyoroti isu blokade Iran terhadap Selat Hormuz, jalur utama perdagangan maritim yang memisahkan Iran dari Uni Emirat Arab. Sekitar 20 persen minyak mentah dunia dan kurang lebih 20 persen gas alam cair (LNG) biasanya melintasi jalur pelayaran tersebut.