Sejumlah mahasiswa di Hanoi menghadiri rangkaian program pengenalan Beasiswa Intense 2026 pada sore 11 Maret di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi. Kegiatan ini digelar dalam kerangka promosi pengembangan sumber daya manusia untuk sektor teknologi strategis, diselenggarakan oleh Pusat Inovasi Nasional (NIC) Kementerian Keuangan, bekerja sama dengan Program Beasiswa Intense Taiwan (Tiongkok) serta universitas-universitas mitra di Vietnam.
Program tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Hanoi, antara lain Universitas Sains dan Teknologi Hanoi, Universitas Teknologi—Universitas Nasional Vietnam Hanoi (UET), Universitas Sains dan Teknologi Hanoi (USTH), Universitas Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Transportasi, Akademi Kriptografi, Universitas Thang Long, dan Universitas Phenikaa. Kehadiran berbagai kampus ini ditujukan untuk memperluas penyebaran informasi beasiswa serta membuka peluang studi dan riset internasional bagi mahasiswa Vietnam.
Rangkaian kegiatan ini disebut sebagai bagian dari upaya melanjutkan dan memperluas kerja sama Vietnam dan Taiwan (Tiongkok) dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi, terutama di bidang semikonduktor, teknologi tinggi, STEM, dan keuangan.
Beasiswa Intense merupakan program beasiswa internasional yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Taiwan (Tiongkok) untuk mendukung mahasiswa dari negara-negara Asia menempuh studi pada bidang teknik dan teknologi utama. Mulai 2025, program ini diperluas secara resmi ke Vietnam dengan tujuan berkontribusi pada pengembangan tenaga kerja berkualitas tinggi guna mendukung pembangunan industri semikonduktor dan teknologi tinggi Vietnam di tengah konteks integrasi internasional.
Perwakilan universitas dari kedua pihak menyampaikan harapan agar program ini memberi lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa Vietnam untuk belajar, melakukan penelitian, dan bekerja di bidang teknologi maju, sekaligus memperkuat fondasi pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi.
Perwakilan NIC menegaskan pengembangan sumber daya manusia berteknologi tinggi akan tetap menjadi fokus dalam strategi pengembangan ekosistem inovasi Vietnam. NIC menyatakan akan terus berperan sebagai penghubung antara lembaga pengelola, dunia usaha, dan lembaga pelatihan, termasuk mendorong kerja sama internasional serta program pelatihan praktis untuk memperkuat fondasi pengembangan industri semikonduktor di Vietnam.
Profesor Madya Dr. Chu Manh Hung, Wakil Kepala Departemen Kerja Sama Luar Negeri Universitas Sains dan Teknologi Hanoi, menilai pelaksanaan Program Beasiswa Intense di Vietnam menjadi langkah praktis untuk mempererat hubungan antara perguruan tinggi Vietnam dan universitas di Taiwan (Tiongkok).
“Program ini tidak hanya membantu mahasiswa mengakses informasi tentang peluang pembelajaran dan penelitian di bidang teknologi mutakhir seperti semikonduktor dan STEM, tetapi juga berkontribusi dalam mempromosikan kerja sama akademik, memperluas jaringan pertukaran mahasiswa dan dosen, serta program penelitian bersama antara universitas di kedua belah pihak di masa mendatang,” kata Chu Manh Hung.
Dalam wawancara dengan reporter surat kabar Nhan Dan, Profesor Chao Lung Yang, kepala tim riset Program Beasiswa Intense di Vietnam, memaparkan gambaran umum sistem pendidikan dan riset Taiwan (Tiongkok) serta menyatakan keinginannya menyambut lebih banyak mahasiswa Vietnam yang berminat belajar dan meneliti di bidang sains, teknik, semikonduktor, teknologi tinggi, dan keuangan.
Menurut Chao Lung Yang, jurusan yang berkaitan dengan inovasi, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan bidang terkait lainnya menyediakan banyak peluang beasiswa bagi mahasiswa Vietnam maupun mahasiswa internasional.
Di sela acara, Hoang Ha, mahasiswi Universitas Nguyen Trai di Hanoi, mengatakan dirinya ingin memperoleh informasi akademik terbaru dan peluang pertukaran internasional. “Saya melihat tren populer di kalangan anak muda seperti kita saat ini adalah memperluas kesempatan kita untuk pendidikan internasional dengan aspirasi dan kebutuhan yang beragam. Saya berharap melalui program ini saya akan menerima informasi yang relevan untuk memperluas kesempatan belajar saya, membantu meningkatkan prospek pekerjaan saya di masa depan,” ujarnya.
Penyelenggara menilai rangkaian kegiatan pertukaran akademik dan jejaring sumber daya manusia ini membuka peluang beasiswa, penelitian, magang, serta pekerjaan bagi mahasiswa Vietnam, sekaligus mendorong kerja sama kedua pihak dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas untuk sektor semikonduktor, STEM, dan teknologi tinggi.
Sebelumnya, pada 9 Maret, program serupa telah digelar di Universitas Teknologi Informasi, Universitas Nasional Vietnam, Kota Ho Chi Minh, dan menarik mahasiswa, dosen, serta pakar dari berbagai universitas. Profesor Madya Dr. Vu Duc Lung, Sekretaris Komite Partai Universitas Teknologi Informasi, Universitas Nasional Vietnam, Kota Ho Chi Minh, menilai koordinasi penyelenggaraan program pengenalan beasiswa internasional ini penting.
Vu Duc Lung menyebut kegiatan tersebut sebagai kesempatan berharga bagi mahasiswa Vietnam untuk mengakses pelatihan dan riset berkualitas tinggi. Ia juga menilai program ini membuka jalur baru untuk kerja sama pelatihan dan pertukaran akademik, sekaligus meletakkan dasar bagi riset bersama serta pertukaran dosen dan mahasiswa antara universitas di Vietnam dan Taiwan (Tiongkok).

