Jakarta—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (6/3/2026), namun berhasil memangkas koreksi pada akhir sesi kedua setelah dua saham emiten milik Prajogo Pangestu berbalik menguat.
IHSG turun 124,85 poin atau 1,62% ke level 7.585,69. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 7.500,09–7.700,32 dan sempat beberapa kali merosot hingga 2%.
Di pasar saham, tercatat 581 saham melemah, 181 saham menguat, dan 196 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 17,65 triliun dengan volume 31,17 miliar saham dalam 1,89 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar berada di level Rp 13.627 triliun.
Pelemahan IHSG sempat dipicu tekanan pada saham-saham emiten terkait Prajogo Pangestu. Namun menjelang penutupan, Chandra Asri Pacific (TPIA) dan Barito Renewables Energy (BREN) berbalik arah. TPIA ditutup melonjak 17,67% dan menjadi penopang utama IHSG dengan kontribusi 19,71 indeks poin, sementara BREN naik 5,82% dengan kontribusi 15,73 indeks poin.
Di sisi lain, saham perbankan dan tambang menjadi pemberat utama indeks. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Central Asia (BBCA) secara total menekan IHSG sebesar 33,32 indeks poin. Dari sektor tambang, saham Bayan Resources (BYAN), Bumi Resources Minerals (BRMS), Energi Mega Persada (ENRG), dan Amman Mineral (AMMN) masuk dalam daftar Top 10 laggards pada perdagangan hari ini.
Di kawasan Asia, bursa bergerak menguat setelah sempat terkoreksi pada pagi hari. Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,02%, Nikkei di Jepang menguat 0,62%, dan Hang Seng Index (HSI) Hong Kong naik 1,72%.
Sementara itu, pasar keuangan Indonesia masih dibayangi tekanan sentimen global. Memanasnya perang AS-Israel dan Iran, lonjakan harga minyak, serta proyeksi terbaru ekonomi China disebut menjadi faktor yang berpotensi menekan pergerakan pasar.
Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2024 seiring meningkatnya konflik dengan Iran yang mengganggu pasokan energi global. Mengacu data Refinitiv, harga minyak Brent ditutup di US$ 84 per barel, naik hampir 4%, sedangkan minyak WTI ditutup di US$ 81,01 per barel atau melesat 8,5%. Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz dilaporkan masih sebagian besar terhenti, sementara Iran mengklaim telah menghantam sebuah kapal tanker minyak dengan rudal.

