Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (7/3/2026) berpotensi terkoreksi lebih dalam apabila tidak ditopang penguatan sejumlah saham berbobot besar, khususnya dari Grup Barito. Kenaikan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tercatat menjadi penahan utama pelemahan indeks.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), TPIA menyumbang bobot 19,71 poin terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan hari itu, disusul BREN dengan bobot 15,73 poin. Kontribusi keduanya menjadi yang terbesar di antara saham-saham penggerak (mover) berbobot tinggi.
Selain TPIA dan BREN, saham lain yang termasuk 10 mover dengan bobot terbesar sepanjang perdagangan Jumat tersebut adalah PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan bobot 3,88 poin, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) 1,45 poin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 0,88 poin, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) 0,48 poin, PT Siantar Top Tbk (STTP) 0,38 poin, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) 0,37 poin, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) 0,32 poin, serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) 0,28 poin.
IHSG menutup perdagangan Jumat sore dengan penurunan 124,85 poin atau setara 1,62% ke level 7.585,69. Jika ditarik sejak awal perdagangan, IHSG sempat jatuh lebih dalam pada hari yang sama sebelum kemudian tertahan oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar tersebut.

