JAKARTA — PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking) menyatakan telah menyiapkan tata kelola dan administrasi perusahaan mengacu pada standar perusahaan terbuka. Meski demikian, perusahaan belum menetapkan target waktu untuk melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Presiden Direktur Secure Parking Rustam Rachmat mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG). “Target IPO secara khusus belum ada. Tapi secara perusahaan kita sudah melakukan persiapan administrasi supaya compliance,” kata Rustam saat berbincang, Senin (9/3/2026).
Menurut Rustam, penerapan standar tata kelola yang lebih ketat dinilai tidak merugikan perusahaan. Ia menilai tata kelola yang baik membuat operasional lebih transparan dan profesional, terlepas dari ada tidaknya rencana untuk melantai di bursa.
“Dengan governance yang baik, perusahaan jadi lebih proper. Jadi kalau suatu saat ada rencana corporate action atau mau go public, kita tinggal tekan tombol saja karena semuanya sudah siap,” ujarnya.
Rustam menegaskan, persiapan tersebut tidak otomatis berarti perusahaan akan segera melakukan IPO. Namun, upaya itu disebut penting agar perusahaan memiliki fleksibilitas dalam mengambil keputusan strategis di masa depan. Jika kelak perusahaan memutuskan melakukan IPO atau aksi korporasi lainnya, prosesnya dinilai bisa berjalan lebih cepat karena sistem dan tata kelola telah dipersiapkan sejak awal.
Ia juga menyampaikan kinerja perusahaan saat ini tetap berada dalam kondisi positif. Menurutnya, profitabilitas menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis, mengingat Secure Parking memiliki jumlah karyawan yang besar.
“Yang penting perusahaan harus profitable. Kalau tidak profitable, kasihan juga karena ada puluhan ribu orang yang bergantung di perusahaan ini,” kata Rustam.
Rustam menambahkan, kondisi keuangan yang sehat juga menjadi salah satu syarat utama bagi perusahaan yang ingin melantai di bursa. Saat ini Secure Parking tercatat mengelola sekitar 1.700 lokasi parkir di berbagai kota di Indonesia, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 hingga 11.000 orang.

