BERITA TERKINI
Sekda Denpasar Sematkan Pin ZI-WBBM saat Apel Disiplin di Bapenda

Sekda Denpasar Sematkan Pin ZI-WBBM saat Apel Disiplin di Bapenda

Denpasar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyematkan atribut pin Zona Integritas (ZI) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) kepada aparatur sipil negara (ASN) saat memimpin Apel Disiplin di lingkungan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, Senin (9/3).

Penyematan pin ZI-WBBM diberikan kepada ASN yang telah ditunjuk, yakni I Gusti Made Oka Diara Putra, S.E., M.M. dan Anak Agung Sagung Naraswari, S.E. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang memasuki masa purna tugas, I Nyoman Subrata.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama turut diperkenalkan dua pegawai negeri sipil (PNS) baru di lingkungan Bapenda Kota Denpasar, yaitu Cokorda Istri Prana Dewi, S.E. dan Muthiara Rahmadhani, S.H.

Dalam arahannya, Eddy Mulya menyampaikan bahwa penyematan pin ZI-WBBM merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas pencapaian pelayanan di Bapenda Kota Denpasar sebagai wilayah birokrasi bersih dan melayani.

Eddy Mulya juga menjelaskan bahwa mulai awal tahun 2026, sekretaris daerah di seluruh Indonesia bertindak sebagai Koordinator Pengelolaan Keuangan Daerah berdasarkan pelimpahan kewenangan dari kepala daerah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019. “Oleh karena itu hari ini saya hadir di kantor ini sebagai koordinator pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.

Ia memaparkan, tugas tersebut meliputi koordinasi penyusunan APBD, perubahan APBD, hingga laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Sekda juga memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memastikan proses pengelolaan keuangan daerah berjalan transparan dan akuntabel.

Selain itu, Sekda memiliki tugas melakukan koordinasi menyeluruh dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk pengawasan, monitoring, evaluasi, serta rekonsiliasi terhadap seluruh perangkat daerah yang berkaitan dengan pendapatan maupun belanja daerah.

“Dengan koordinasi yang baik, pengelolaan keuangan daerah Kota Denpasar diharapkan dapat berjalan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Eddy Mulya menegaskan pentingnya perangkat daerah berkomitmen menjalankan fungsi dan tugasnya serta menyelaraskan tata kelola keuangan daerah. Ia menyebut Bapenda memiliki peran strategis sebagai koordinator dalam optimalisasi pendapatan daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa pada bulan Maret terdapat sejumlah hari libur keagamaan seperti Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Karena itu, Bapenda diharapkan tetap mengoptimalkan kinerja agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak, dapat tercapai sesuai rencana dalam APBD Tahun 2026.

Pada kesempatan tersebut, Eddy Mulya turut mengajak seluruh ASN menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Menurutnya, peran ASN penting sebagai contoh bagi masyarakat untuk mewujudkan budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di Kota Denpasar.