Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 memuat analisis sensitivitas, yakni perkiraan mengenai seberapa besar perubahan indikator ekonomi makro dapat memengaruhi kondisi keuangan negara. Sensitivitas ini digunakan untuk menggambarkan potensi dampak terhadap pendapatan maupun belanja negara apabila terjadi pergeseran pada asumsi-asumsi makro.
Secara umum, sensitivitas RAPBN 2026 menjelaskan hubungan antara dinamika ekonomi makro dengan kinerja fiskal. Ketika indikator makro bergerak di luar perkiraan, penerimaan negara dapat bertambah atau berkurang, sementara kebutuhan belanja juga dapat menyesuaikan mengikuti tekanan maupun peluang yang muncul.
Dengan demikian, rincian sensitivitas dalam RAPBN 2026 menjadi salah satu acuan untuk memahami risiko dan ruang penyesuaian kebijakan fiskal. Analisis ini membantu memetakan bagaimana perubahan pada indikator ekonomi makro berpotensi mengubah postur anggaran, baik dari sisi pendapatan maupun belanja negara.

