BERITA TERKINI
Sentimen Negatif Sektor AI Tekan Wall Street, Bursa Asia Diprediksi Melemah

Sentimen Negatif Sektor AI Tekan Wall Street, Bursa Asia Diprediksi Melemah

Bursa saham Asia diperkirakan melemah pada perdagangan Jumat (13/2) setelah sentimen negatif terkait sektor kecerdasan buatan (AI) menekan pasar Wall Street. Tekanan tersebut menyeret saham teknologi Amerika Serikat serta Bitcoin, dan mendorong sebagian investor beralih ke aset aman seperti obligasi pemerintah AS (Treasury).

Pada perdagangan Kamis waktu setempat, indeks S&P 500 turun 1,6%, sementara Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi merosot 2%. Pelemahan dipicu jatuhnya saham-saham berkapitalisasi besar, dan meluas hingga sektor logistik serta real estat komersial. Pergerakan ini dinilai mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak ekonomi nyata dari demam AI.

Saham Cisco Systems Inc anjlok 12% setelah proyeksi margin yang dinilai hambar mengindikasikan kenaikan harga cip memori mulai membebani perusahaan. Di sisi lain, exchange-traded fund (ETF) yang melacak perusahaan perangkat lunak turun 2,7%.

Di pasar obligasi, Treasury menguat di seluruh kurva. Imbal hasil Treasury tenor dua tahun turun lima basis poin, sedangkan tenor 10 tahun turun tujuh basis poin ke level 4,1%.

Komoditas logam mulia turut melemah, dengan emas dan perak bergerak searah penurunan Bitcoin yang kembali diperdagangkan di kisaran US$65.700.