SEMARANG — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggelar edukasi menabung saham bagi karyawan dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Semarang, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini disebut sebagai upaya mendorong penguatan literasi keuangan sekaligus meningkatkan partisipasi investor domestik di pasar modal Indonesia.
Edukasi tersebut diinisiasi Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat. Ia menilai diversifikasi instrumen keuangan penting sebagai bekal menuju kemandirian ekonomi, terutama karena masih banyak masyarakat yang belum menabung saham.
Irwan menuturkan, kebutuhan edukasi keuangan masih besar dan dapat menyasar berbagai kalangan. Ia memberi contoh percakapannya dengan asisten rumah tangga yang menanyakan alternatif investasi.
Menurut Irwan, menabung saham dapat dilakukan oleh hampir semua orang, dengan nominal yang disesuaikan kemampuan masing-masing. Ia menilai kebiasaan menyisihkan uang secara rutin akan lebih produktif bila ditempatkan pada instrumen yang tepat.
Meski demikian, Irwan mengingatkan masyarakat agar berhati-hati memilih saham perusahaan. Ia menekankan pentingnya menilai rekam jejak keuangan perusahaan, termasuk konsistensi kinerja dan pembagian dividen.
Pelatihan itu juga dirancang sebagai praktik langsung bagi karyawan agar materi pengelolaan keuangan tidak berhenti pada teori. Irwan menyebut dari sekitar 4.000 karyawan Sido Muncul, baru sekitar 30 orang yang memiliki saham. Karena itu, ia mendorong lebih banyak karyawan untuk mulai menabung saham.
Dalam kegiatan tersebut, Irwan turut mengundang Direktur PT Ina Sekuritas Indonesia Budiman Satrio Sudono untuk memberikan edukasi kepada ratusan karyawan. Budiman menyampaikan bahwa setiap instrumen investasi, termasuk saham, memiliki risiko. Namun, ia meminta masyarakat tidak perlu takut rugi dan menilai risiko dapat diminimalkan dengan memilih perusahaan yang tepat.
Acara ini juga diikuti puluhan mahasiswa dari beberapa kampus di Semarang, antara lain Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), dan Universitas Katolik Soegijapranata (Unika).
Salah satu karyawan Sido Muncul, Bambang (58), mengaku senang mendapat wawasan baru mengenai saham. Ia menilai kepemilikan saham perusahaan dapat menambah rasa keterlibatan dan loyalitas terhadap tempatnya bekerja.
Sementara itu, mahasiswa Unnes Edwin Irjabar Silalahi mengatakan kegiatan tersebut membantunya memperdalam literasi keuangan dan pasar modal, termasuk memahami risiko dan keuntungan menabung saham. Ia juga menyebut materi yang disampaikan mendorong perubahan cara pandang, dari istilah “main” saham menjadi menabung saham.
Dalam kesempatan yang sama, Irwan turut menanggapi viralnya ujaran kebencian terhadap merek Tolak Angin di media sosial X beberapa waktu lalu. Ia mengatakan sempat menghubungi pemilik akun untuk menanyakan motif unggahan tersebut, termasuk kemungkinan terkait kampanye buzzer, kompetitor, atau tindakan individu.
Menurut Irwan, setelah ditelusuri, banyak warganet disebut ikut menyebarkan ulang tanpa memahami dampaknya. Ia juga menilai sebagian penyebar ujaran kebencian hanya mencari perhatian atau popularitas, yang ia kaitkan dengan rendahnya literasi digital.
Irwan menyatakan tidak membawa perkara itu ke jalur hukum. Ia memilih berkomunikasi langsung untuk meminta klarifikasi dan memberikan edukasi, dengan alasan banyak pelaku dinilai tidak memiliki niat jahat.
Ia pun mengimbau masyarakat lebih bijak bermedia sosial, terutama saat membagikan informasi terkait produk atau perusahaan, serta menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum disebarkan. “Kalau tidak tahu, sebaiknya tidak usah posting. Kalau sudah terlanjur, lebih baik dihapus,” kata Irwan.