Sejumlah perkembangan ekonomi global pada 10 Februari 2026 menyoroti tekanan biaya energi di Amerika Serikat, dinamika kebijakan perdagangan dan tarif, serta penguatan pasar keuangan Jepang yang dipicu faktor politik. Di saat yang sama, Eropa melangkah lebih jauh dalam strategi memperkuat industri semikonduktor regional, sementara sektor teknologi di AS menghadapi ujian hukum besar terkait dampak media sosial pada pengguna muda.
Di Amerika Serikat, gelombang dingin berkepanjangan pada Januari 2026 mendorong biaya listrik di jaringan listrik terbesar negara itu meningkat lebih dari dua kali lipat. Lonjakan kebutuhan pemanasan memaksa operator memaksimalkan pasokan agar pasokan listrik tetap terjaga. Bersamaan dengan itu, harga gas alam di Pantai Timur dilaporkan naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun dan mencetak rekor di banyak wilayah ketika cuaca beku menyelimuti sebagian besar AS.
Masih dari AS, Departemen Perdagangan disebut berencana memberikan pengecualian tarif kepada penyedia layanan cloud utama seperti Amazon, Google, dan Microsoft. Seorang pejabat pemerintah menyatakan rencana tersebut masih dalam pembahasan dan belum disahkan menjadi undang-undang oleh Presiden. Namun, ia mengindikasikan skala program pengembalian tarif potensial akan terkait dengan perjanjian perdagangan AS–Taiwan (China) yang baru-baru ini tercapai.
Dari sisi kebijakan, Gubernur Federal Reserve Stephen Miran menyampaikan bahwa data menunjukkan kebijakan tarif pemerintahan Trump berdampak “jauh lebih ringan” dibanding kekhawatiran awal. Ia berpendapat mitra asing dan bisnis mereka menjadi pihak yang paling banyak menerima dampak dari kenaikan tarif, bukan konsumen Amerika. Miran juga menolak pandangan umum di kalangan ekonom bahwa tarif pada akhirnya merugikan konsumen AS melalui kenaikan harga, sementara negara pengekspor hanya mengalami penurunan margin keuntungan.
Di Jepang, pasar saham melanjutkan reli pada pagi 10 Februari. Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo naik 1.256,89 poin atau 2,23% ke level 57.620,83 poin, menandai hari kedua berturut-turut indeks tersebut mencetak rekor tertinggi baru. Optimisme investor menguat setelah kemenangan telak koalisi penguasa Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Inovasi Jepang (JIP) dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat.
Kemenangan politik tersebut juga dikaitkan dengan prospek meningkatnya minat investor global. Sejumlah ahli memperkirakan arus masuk modal asing ke pasar saham Jepang dapat melonjak, dengan pembelian bersih diproyeksikan meningkat hingga lima kali lipat dalam beberapa bulan mendatang dan berpotensi melampaui tingkat yang pernah tercatat pada era mantan Perdana Menteri Shinzo Abe. Kebijakan Perdana Menteri Takaichi disebut menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian investor.
Di sektor perdagangan pangan, pemerintah Jepang melaporkan ekspor beras pada 2025 naik 3,7% menjadi 48.000 ton. Capaian itu menjadi rekor tertinggi baru dan menandai tahun kelima berturut-turut ekspor beras Jepang mencetak rekor sejak 2020, yang merupakan tahun pertama data dikumpulkan menggunakan standar terkini.
Sementara itu, Uni Eropa meresmikan dan mengoperasikan NanoIC di Pusat Penelitian Teknologi Mikroelektronika Terintegrasi (IMEC) di Leuven, Belgia. Fasilitas tersebut disebut sebagai jalur produksi percontohan terbesar di bawah Undang-Undang Chip Eropa, dan diposisikan sebagai tonggak penting dalam upaya meningkatkan kemandirian serta daya saing industri semikonduktor di kawasan tersebut.
Di ranah teknologi, platform media sosial besar menghadapi ujian hukum yang disebut bersejarah di AS. Persidangan yang dinilai sebagai salah satu pengujian terpenting atas tanggung jawab perusahaan teknologi resmi dimulai di Los Angeles pada 9 Februari. Untuk pertama kalinya, perusahaan seperti Meta dan Google menjawab pertanyaan juri terkait tuduhan sengaja memanipulasi psikologi dan merancang fitur adiktif bagi pengguna muda. Secara terpisah, platform media sosial juga menghadapi gelombang ratusan gugatan di berbagai wilayah AS yang menuduh platform mengarahkan pengguna muda ke konten negatif dan dikaitkan dengan depresi, gangguan makan, hingga bunuh diri.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem, kebijakan perdagangan, pergeseran strategi industri, serta dinamika politik dan regulasi teknologi sama-sama membentuk arah pasar dan ekonomi lintas kawasan pada awal 2026.

