BERITA TERKINI
Sorotan Ekonomi Global 12 Februari 2026: Tenaga Kerja AS Menguat, China Perketat Aturan, Investasi AI dan Harga Komoditas Naik

Sorotan Ekonomi Global 12 Februari 2026: Tenaga Kerja AS Menguat, China Perketat Aturan, Investasi AI dan Harga Komoditas Naik

Sejumlah perkembangan ekonomi global pada 12 Februari 2026 menyoroti dinamika pasar tenaga kerja Amerika Serikat, kebijakan perdagangan dan regulasi di China, ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI), persaingan industri chip, hingga pergerakan harga komoditas utama.

Di Amerika Serikat, pertumbuhan lapangan kerja pada Januari 2026 tercatat meningkat secara tak terduga, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis 11 Februari menyebut sektor non-pertanian menambah 130.000 pekerjaan pada Januari, setelah kenaikan pada Desember 2025 direvisi turun menjadi 48.000. Perkembangan ini dipandang sebagai sinyal stabilisasi pasar tenaga kerja dan berpotensi memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga sambil memantau inflasi.

Dari China, pemerintah mengumumkan penerapan tarif anti-subsidi terhadap sejumlah produk susu tertentu asal Uni Eropa selama lima tahun, mulai 13 Februari. Dalam pernyataan Kementerian Perdagangan China pada 12 Februari, tarif ditetapkan berkisar 7,4% hingga 11,7% tergantung perusahaan. Kementerian menyatakan beberapa produk susu UE telah menerima subsidi dan impornya dinilai merugikan industri domestik.

China juga mengambil langkah untuk meredam perang harga di pasar otomotif. Dalam pedoman final yang dirilis 12 Februari, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) melarang produsen mobil menjual kendaraan di bawah total biaya produksi, termasuk biaya manufaktur dan administrasi. Kebijakan ini ditujukan untuk memperketat regulasi dan mengakhiri persaingan harga yang kian sengit di pasar otomotif terbesar di dunia.

Di sektor teknologi, Meta Group memulai pembangunan pusat data baru di Lebanon, Indiana, Amerika Serikat, dengan nilai investasi lebih dari US$10 miliar. Proyek ini disebut sebagai salah satu pembangunan infrastruktur terbesar perusahaan hingga saat ini dan menjadi bagian dari strategi ekspansi AI. Meta menyatakan fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas operasional lebih dari 1 gigawatt dan ditujukan untuk menangani tugas-tugas AI serta mengoperasikan produk-produk inti grup.

Sementara itu, Samsung Electronics mengonfirmasi pada 12 Februari bahwa mereka telah memulai produksi massal dan pengiriman HBM4. Langkah ini menempatkan Samsung sebagai perusahaan pertama yang secara komersial mengirimkan memori bandwidth tinggi generasi keenam (HBM4), yang diposisikan sebagai komponen kunci bagi industri AI. Pengiriman ini juga dipandang sebagai strategi untuk mengamankan pasar generasi berikutnya setelah persaingan HBM pada generasi sebelumnya.

Pergerakan harga komoditas juga menjadi perhatian. Harga tembaga melanjutkan tren naik di tengah kekhawatiran pasokan yang ketat dan melemahnya dolar AS, meskipun permintaan dari pasar China melambat menjelang Tahun Baru Imlek. Sekitar pukul 10.43 waktu Shanghai pada 12 Februari, harga tembaga di London Metal Exchange naik 0,5% menjadi US$13.166,50 per ton. Investor disebut terus memasang ekspektasi terhadap potensi kenaikan permintaan dari manufaktur global, transisi hijau, dan sektor AI, sementara pasokan tertekan oleh penurunan kadar bijih di tambang.

Di pasar pertanian, harga berjangka kedelai AS mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Kenaikan terjadi setelah muncul kabar mengenai potensi perpanjangan gencatan senjata perdagangan AS–China, yang memunculkan harapan China akan meningkatkan pembelian produk pertanian AS. Di Chicago pada 12 Februari, kontrak kedelai terdekat sempat naik 1,5% dan menyentuh level tertinggi sejak 1 Desember.