Hampir 90% beban ekonomi akibat tarif pada 2025 ditanggung oleh perusahaan dan konsumen Amerika Serikat, menurut studi baru yang dilakukan para ekonom di Federal Reserve Bank of New York (The Fed New York).
Dengan menggunakan data hingga November 2025, studi tersebut menemukan bahwa sekitar 94% biaya tarif diteruskan kepada perusahaan dan konsumen AS dalam delapan bulan pertama tahun itu.
Pada November, eksportir asing tercatat menyerap beban sedikit lebih besar. Studi itu menyebut tarif 10% dikaitkan dengan penurunan harga ekspor sebesar 1,4%. Meski demikian, tingkat penerusan biaya (pass-through) masih berada di level 86%.
“Hasil ini berarti bahwa tarif 10% hanya menyebabkan penurunan harga ekspor asing sebesar 0,6 poin persentase,” tulis Mary Amiti, Chris Flanagan, Sebastian Heise, dan David E. Weinstein dalam laporan tersebut.

