PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mencatat pendapatan Rp 5,42 triliun pada 2025, naik 28,72% dibandingkan 2024 sebesar Rp 4,21 triliun.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan meningkat 29,12% menjadi Rp 3,55 triliun dari Rp 2,75 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bruto tercatat naik 27,98% menjadi Rp 1,86 triliun dari Rp 1,45 triliun.
Dari sisi beban operasional, beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 236,20 miliar pada 2025 dari Rp 173,79 miliar pada 2024. Beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp 382,48 miliar dari Rp 258,64 miliar.
Dengan perkembangan tersebut, laba usaha TLDN naik 12,65% menjadi Rp 1,25 triliun pada 2025 dari Rp 1,11 triliun pada 2024. Penghasilan keuangan turun menjadi Rp 14,33 miliar dari Rp 16 miliar, sementara beban keuangan berkurang menjadi Rp 45,76 miliar dari Rp 67,77 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan tercatat naik 31,49% menjadi Rp 1,39 triliun pada 2025 dibandingkan Rp 1,05 triliun pada 2024. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 34,03% menjadi Rp 1,10 triliun dari Rp 825,58 miliar. Laba per saham dasar naik menjadi Rp 85,48 dari Rp 63,77.
Pada neraca, total ekuitas meningkat 15,90% menjadi Rp 3,64 triliun pada 2025 dari Rp 3,14 triliun pada 2024. Liabilitas turun 5,8% menjadi Rp 2,37 triliun dari Rp 2,51 triliun. Total aset naik 6,24% menjadi Rp 6,01 triliun dari Rp 5,66 triliun. Adapun kas dan setara kas tercatat Rp 334,38 miliar pada 2025, turun dari Rp 486,58 miliar pada 2024.
Sebelumnya, hingga Januari–September 2025, TLDN melaporkan pertumbuhan laba bersih 110,5% menjadi Rp 829,3 miliar. Capaian tersebut telah melampaui realisasi laba bersih sepanjang 2024 sebesar Rp 825,6 miliar.
Manajemen menyebut peningkatan laba bersih pada periode itu didorong kenaikan volume penjualan minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit mentah (CPKO), serta tingginya harga jual rata-rata CPO, palm kernel (PK), dan CPKO. Direktur Utama Teladan Prima Agro Wishnu Wardhana menyatakan perusahaan berupaya memanfaatkan membaiknya harga CPO, CPKO, dan PK untuk meningkatkan volume penjualan agar berdampak positif terhadap kinerja keuangan.
Sepanjang Januari–September 2025, volume penjualan CPO mencapai 238.013 ton, lebih tinggi 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rata-rata harga jual naik 18,6% secara tahunan menjadi Rp 13.945 per kg. Volume penjualan CPKO tercatat 8.753 ton, melonjak 312,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan rata-rata harga jual Rp 24.080 per kg atau tumbuh 48,2%.
Perusahaan juga melaporkan kenaikan rata-rata harga jual PK sebesar 82,3% menjadi Rp 11.024 per kg. Dengan peningkatan volume penjualan dan kenaikan harga jual rata-rata tersebut, TLDN membukukan pendapatan dari CPO sebesar Rp 3,32 triliun, dari CPKO sebesar Rp 210,78 miliar, dan dari PK sebesar Rp 274,37 miliar, yang masing-masing tumbuh 25,4%, 511,8%, dan 48,5% secara tahunan.
Dari sisi produksi, hingga akhir September 2025 TLDN memproduksi tandan buah segar (TBS) sebesar 929.964 ton, tumbuh 5,9% dibandingkan Januari–September 2024 sebesar 878.296 ton. Pertumbuhan produksi TBS terjadi baik di kebun inti maupun kebun plasma, masing-masing meningkat 5,3% dan 10,3%.
Untuk kinerja pabrik pengolahan kelapa sawit, hingga akhir September 2025 perusahaan memproduksi CPO sebesar 240.282 ton, naik 2,2% dibandingkan 235.213 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi PK dan CPKO juga meningkat masing-masing 2,9% dan 265,8% secara tahunan, seiring peningkatan volume TBS yang diolah.

