Jakarta – PT Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kinerja layanan Mandiri Agen pada Januari 2026. Frekuensi transaksi meningkat 44 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 2,34 juta transaksi, sementara nilai transaksi melonjak 89 persen menjadi Rp3,5 triliun.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menyatakan Mandiri Agen berperan sebagai garda terdepan dalam memperluas akses keuangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi produktif di masyarakat. “Program Mandiri Agen merupakan wujud kolaborasi erat kami bersama masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” ujar Saptari dalam keterangan resmi, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut Saptari, Mandiri Agen menjadi salah satu strategi utama perseroan untuk memperluas jangkauan ekosistem keuangan di luar jaringan kantor cabang. Penguatan peran agen juga disebut sebagai bagian dari transformasi digital Bank Mandiri melalui sinergi ekosistem layanan.
Dari sisi jaringan, jumlah Mandiri Agen tumbuh 12 persen yoy hingga Januari 2026 menjadi 112.650 agen. Pada saat yang sama, adopsi aplikasi Mandiri Agen juga meningkat, tercermin dari jumlah pengguna aktif yang naik 28 persen yoy menjadi 81.000 agen.
Bank Mandiri menyebut Mandiri Agen turut berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan nasional. Hingga Januari 2026, Mandiri Agen telah menjangkau 3,4 juta nasabah dengan total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp22,9 triliun. “Capaian ini mempertegas peran strategis Mandiri Agen dalam memperluas basis nasabah,” kata Saptari.
Ke depan, Bank Mandiri menyatakan akan terus memperkuat sinergi terintegrasi dalam ekosistem layanannya. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Mandiri Agen diharapkan semakin optimal menghadirkan akses keuangan yang inklusif serta mendorong pemerataan ekonomi hingga ke pelosok.

