BERITA TERKINI
Transformasi Digital Mengubah Sektor Keuangan, Kampus Siapkan SDM dengan Keahlian Data dan Teknologi

Transformasi Digital Mengubah Sektor Keuangan, Kampus Siapkan SDM dengan Keahlian Data dan Teknologi

Transformasi digital global tengah mengubah struktur ekonomi dan pasar tenaga kerja secara signifikan. Teknologi digital tidak hanya memengaruhi cara perusahaan dikelola, tetapi juga membentuk ulang sektor-sektor penting seperti keuangan, perbankan, akuntansi, dan audit.

Di tengah perubahan tersebut, bidang keuangan, akuntansi, ekonomi, bisnis, teknologi informasi, dan ilmu data masih menjadi pilihan studi yang diminati mahasiswa, terutama di lembaga pelatihan yang menekankan inovasi, termasuk Akademi Keuangan.

Perkembangan perbankan digital, financial technology (fintech), kecerdasan buatan (AI), analitik big data, hingga blockchain disebut mengubah secara mendasar cara sistem keuangan beroperasi. Jika sebelumnya pekerjaan seperti akuntansi, audit, penilaian kredit, dan manajemen keuangan banyak bergantung pada proses manual dan pengalaman, kini teknologi menjadi perangkat utama yang mendukung pengambilan keputusan.

Konsekuensinya, pasar tenaga kerja membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara pengetahuan profesional, tetapi juga mampu menerapkan teknologi, menganalisis data, serta cepat beradaptasi dengan lingkungan digital. Dalam konteks ini, sektor ekonomi dan keuangan dinilai tetap menarik sekaligus dipandang sebagai pilihan strategis jangka panjang.

Peningkatan kebutuhan tenaga kerja juga dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi di era baru serta strategi pengembangan jutaan bisnis, yang mendorong permintaan pada bidang keuangan, akuntansi, ekonomi, bisnis, teknologi informasi, dan analisis data.

Merespons tren tersebut, Akademi Keuangan menyatakan telah menjalankan sejumlah langkah untuk meningkatkan kualitas pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan ekonomi digital. Sejumlah fokus pembaruan yang dilakukan antara lain pengembangan program baru yang terkait transformasi digital seperti Ilmu Data serta Kecerdasan Buatan di bidang Keuangan dan Akuntansi, pembaruan kurikulum agar memuat konten transformasi digital, analitik data keuangan, dan manajemen modern.

Akademi juga mendorong program berorientasi sertifikasi internasional, memperkuat pengajaran berbahasa Inggris, serta memperluas kerja sama dengan bank, lembaga keuangan, dan firma audit untuk menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman praktis. Selain itu, transformasi digital dalam pengelolaan pelatihan, penyediaan materi e-learning, serta sistem pengujian dan evaluasi turut didorong. Topik seperti AI dan analitik big data juga disebut semakin diintegrasikan ke dalam program pelatihan.

Penyesuaian struktur departemen, program pelatihan, dan kuota penerimaan mahasiswa digambarkan sebagai upaya menjaga fleksibilitas agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tren sumber daya manusia di wilayah ekonomi utama.

Menurut para ahli, dalam konteks integrasi dan transformasi digital, sektor keuangan-akuntansi-manajemen tetap memegang peran sentral dalam alokasi dan pengelolaan sumber daya ekonomi. Lulusan bidang ini memiliki peluang kerja di bank, perusahaan sekuritas, perusahaan asuransi, perusahaan multinasional, lembaga pemerintah, maupun merintis usaha di sektor fintech.

Sejumlah posisi yang disebut banyak dibutuhkan antara lain analis keuangan, manajer risiko, auditor internasional, konsultan strategis, hingga manajer data keuangan. Kebutuhan tersebut turut dikaitkan dengan kompensasi yang dinilai kompetitif, sehingga menambah keyakinan calon mahasiswa dalam memilih bidang ekonomi dan keuangan.

Akademi Keuangan menargetkan penguatan peran sebagai lembaga pelatihan dan riset di bidang keuangan, akuntansi, dan manajemen untuk menjawab tuntutan pengembangan ekonomi digital serta integrasi internasional. Dalam pandangan akademi, memilih karier di sektor ekonomi dan keuangan tidak hanya terkait stabilitas profesi, tetapi juga langkah strategis untuk terlibat dalam pusat operasional ekonomi modern.

Untuk tahun 2026, Akademi Keuangan merencanakan penerimaan 6.120 mahasiswa untuk program sarjana reguler. Kampus utama di wilayah Utara (Hanoi) menargetkan 5.740 mahasiswa, terdiri atas 2.620 untuk program sertifikat internasional, 3.000 program standar, 120 program pelatihan bersama internasional (Dual Degree Programme/DDP), serta 200 mahasiswa untuk program bersama dengan Universitas Toulon, Prancis.

Sementara itu, kampus cabang di Kota Ho Chi Minh (kelurahan Tang Nhon Phu) membuka 380 kursi untuk program berorientasi sertifikat internasional. Akademi menyatakan seluruh mahasiswa di kampus cabang tersebut dapat memperoleh akomodasi asrama apabila diperlukan.

Secara keseluruhan, terdapat 40 program pelatihan yang ditawarkan. Selain program yang sudah lama berjalan seperti keuangan-perbankan, akuntansi, audit, dan administrasi bisnis, akademi juga melanjutkan rekrutmen untuk program yang mengikuti tren, termasuk Kecerdasan Buatan dalam Keuangan dan Akuntansi, Ilmu Data dalam Keuangan, serta Ekonomi Politik–Keuangan. Akademi juga menyebut memiliki 15 program sertifikat berorientasi internasional yang dirancang mengikuti standar global untuk memperkuat daya saing lulusan.