BERITA TERKINI
AFTECH Dorong Inovasi Keuangan Digital untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

AFTECH Dorong Inovasi Keuangan Digital untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyatakan komitmennya mendorong inovasi keuangan digital guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. Komitmen itu ditegaskan seiring satu dekade perjalanan AFTECH sebagai asosiasi payung yang menaungi beragam model bisnis fintech di Indonesia.

Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir mengatakan pelaku industri fintech perlu menyatukan komitmen untuk mendorong inovasi, menjaga kepercayaan, serta menata masa depan industri fintech di Tanah Air. Menurutnya, pemanfaatan fintech harus dilakukan secara benar dan aman, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pekerja di sektor riil.

“Jika kita ingin berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi nasional delapan persen, maka inovasi keuangan digital satu dekade ke depan harus hadir sebagai enabler yang efisien dan efektif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan membawa solusi, bukan menjadi sumber masalah,” ujar Pandu dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Februari 2026.

AFTECH menyebut perannya selama ini sebagai titik temu antara industri, regulator, dan masyarakat. Organisasi ini juga menekankan kontribusinya terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan inklusi keuangan.

Dalam momentum 10 tahun tersebut, AFTECH menegaskan kembali fokus untuk memperkuat literasi keuangan yang inklusif, meningkatkan keamanan ekosistem digital, serta memastikan pemanfaatan fintech yang berdampak nyata bagi masyarakat dan sektor riil. Pandu menambahkan, langkah itu dilakukan untuk menjawab tantangan industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Terutama guna menjadikan fintech sebagai enabler yang efektif dalam mendorong Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi tinggi,” kata Pandu.

Pada kesempatan yang sama, AFTECH bersama Easycash meluncurkan Chatpindar.com, inovasi literasi keuangan digital berbentuk laman web dengan format percakapan. Kanal ini menggunakan teknologi AI berbasis large language model untuk membantu masyarakat menanyakan berbagai hal terkait industri pinjaman daring.

Menurut Pandu, Chatpindar.com lahir dari kesadaran bahwa literasi keuangan tidak cukup hanya disampaikan melalui seminar atau konten edukasi. Melalui kanal tersebut, masyarakat dapat mencari jawaban atas pertanyaan yang muncul di luar sesi literasi.

“Chatpindar adalah bukti bahwa HUT ke-10 AFTECH bukan seremoni, tetapi langkah nyata untuk menjembatani kesenjangan literasi,” ujarnya.

Chatpindar dirancang untuk membantu masyarakat memahami topik seputar pinjaman daring, termasuk cara membedakan platform pinjaman daring berizin dan pinjol ilegal, dampak jika tidak membayar cicilan, serta informasi praktis mengenai limit pinjaman dan tenor. Layanan ini dapat diakses publik melalui https://chatpindar.com/.

Pandu menegaskan satu dekade AFTECH menjadi awal fase baru industri fintech Indonesia. Ia menyatakan AFTECH akan terus berperan sebagai penghubung antara inovasi dan kepercayaan, dengan menekankan literasi, keamanan, dan kolaborasi lintas sektor agar fintech dapat tumbuh sehat dan memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan.